Aparat Gabungan Amankan Senjata dan Bongkar Tenda Pemicu Konflik di Kwamki Narama

- Selasa, 06 Januari 2026 | 06:25 WIB
Aparat Gabungan Amankan Senjata dan Bongkar Tenda Pemicu Konflik di Kwamki Narama

Aparat Gabungan Turun Tangan Usai Bentrokan Suku di Kwamki Narama

Suasana di Kampung Kwamki Narama, Distrik Mimika Baru, mulai hari ini tampak berbeda. Pasca bentrokan antarwarga yang memanas, aparat gabungan TNI dan Polri langsung bergerak. Mereka melakukan sweeping menyeluruh pada Senin, 5 Januari 2026. Langkah cepat ini diambil untuk meredam situasi dan mengembalikan ketertiban.

Operasi gabungan itu tak main-main. Tenda-tenda yang diduga jadi markas berkumpulnya massa, dibongkar. Dari sana, berbagai barang berbahaya diamankan. Mulai dari senjata tajam, panah, sampai alat-alat lain yang berpotensi memicu kekerasan lagi. Tujuannya jelas: mencegah konflik lanjutan sebelum semuanya jadi lebih runyam.

Menurut sejumlah saksi di lokasi, kehadiran serdadu dan polisi dalam jumlah cukup besar cukup menenangkan. Mereka terlihat berbaur dengan warga, meski tetap waspada. Sinergi antara Kodim 1710/Mimika dan satuan Polri di lapangan memang lebih mengedepankan pendekatan persuasif. Bukan intimidasi. Cara humanis ini diharapkan bisa membuat masyarakat merasa aman dan perlahan kembali ke rutinitas.

Komandan Kodim 1710/Mimika, Letkol Inf Redi Dwi Yuda Kurniawan, angkat bicara. Ia menegaskan operasi ini adalah bentuk komitmen nyata.

"Sweeping gabungan ini kami lakukan untuk menjaga stabilitas keamanan pasca insiden. Kami juga menghimbau masyarakat untuk tetap tenang, jangan mudah terpancing isu-isu yang justru memperkeruh keadaan," ujarnya.

Di sisi lain, upaya damai juga digalakkan. Di tempat terpisah, pertemuan antara dua kubu yang bertikai difasilitasi. Pertemuan ini jadi jalan untuk meredam ketegangan, membuka komunikasi yang sempat putus, dan mencari titik terang penyelesaian. Hal ini sekaligus menegaskan bahwa komitmen aparat bukan hanya soal tindakan tegas di lapangan, tapi juga membangun kedamaian yang berkelanjutan di Mimika.

Kini, semua mata tertuju pada proses pemulihan ini. Warga berharap situasi benar-benar kondusif agar aktivitas normal bisa segera kembali.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar