Gubernur Banten Andra Soni baru-baru ini turun ke lapangan. Lokasinya di Carita, Pandeglang. Agenda utamanya? Mengecek langsung progres pembangunan jalan menuju hunian tetap untuk korban tsunami 2018 silam. Tak cuma itu, ia juga menyempatkan diri meninjau hasil perbaikan kawasan kumuh dan sejumlah rumah yang sebelumnya dinilai tak layak huni.
Fokus pertama adalah akses menuju Huntap di Desa Sukarame. Bayangkan saja, sebelumnya jalan menuju lokasi itu masih berupa tanah becek. Sekarang? Sudah berubah total.
"Pembangunan jalan akses ke sekolah di Desa Sukarame, dan juga akses ke hunian tetap korban bencana 2018," ujar Andra, Selasa lalu.
"Alhamdulillah jalan ini sudah selesai dengan beton sepanjang 1 km," katanya lagi dengan nada puas.
Kini, jalan tersebut sudah mulus dan nyaman dilalui. Andra berjanji, lewat kolaborasi dengan Pemkab Pandeglang, pembangunan jalan desa seperti ini akan terus digenjot.
"Insyaallah, mohon doanya agar kami terus bisa membangun jalan-jalan desa dalam rangka mengurangi disparitas antara pembangunan kota dan perdesaan," harapnya.
Mengubah Wajah Kawasan Kumuh
Di sisi lain, perhatian juga diberikan pada kawasan permukiman kumuh di Desa Sindanglaut, yang masih satu kecamatan. Di sini, Pemprov Banten tak main-main. Sebanyak 35 unit rumah tak layak huni (RTLH) milik warga berpenghasilan rendah berhasil direnovasi. Tujuannya jelas: memberi mereka tempat tinggal yang lebih manusiawi.
Namun begitu, perbaikannya tak cuma sebatas rumah. Pemerintah membangun lengkap fasilitas pendukungnya. Jalan setapak dari paving block terbentang sepanjang hampir 5 kilometer, ditambah jalan beton 422 meter. Untuk mengatasi genangan, saluran drainase sepanjang 655 meter dipasang. Penerangan jalan umum juga ditambah di 18 titik, biar malam hari tak lagi gelap gulita.
Yang menarik, mereka juga membangun gapura desa, satu balai warga, plus lapangan bola voli. Jadi, ada ruang untuk berkumpul dan berolahraga.
Saat penyerahan kunci secara simbolis, Andra sempat mengobrol hangat dengan warga. Rasa syukur dan terima kasih mereka mengalir spontan.
Bagi Andra, program seperti ini bukan sekadar perbaikan fisik. Ini adalah langkah nyata mengejar ketertinggalan pembangunan di Banten.
"Mendukung program Bapak Prabowo, yaitu membangun dari desa untuk pemerataan pembangunan," tegasnya.
Artikel Terkait
Kemendikdasmen Buka Penjaringan Guru Belum Bersertifikat Pendidik untuk Percepatan PPG 2026
Pentagon: Butuh Enam Bulan Bersihkan Ranjau Iran di Selat Hormuz
Kebakaran Tumpukan Sampah di Kelapa Gading, 40 Personel Damkar Dikerahkan
KPK Periksa 55 Pegawai Outsourcing Pekalongan Terkait Korupsi Pengadaan Barang dan Jasa