Lagi-lagi, Samudra Pasifik bagian timur jadi lokasi operasi militer AS. Kali ini, tiga kapal yang diduga kuat terlibat dalam perdagangan narkoba jadi sasaran. Hasilnya? Delapan orang dilaporkan tewas dalam serangan yang terjadi Senin lalu. Operasi ini seolah jadi babak lanjutan dari kampanye yang sudah merenggut lebih dari 90 nyawa.
Lewat sebuah unggahan di media sosial X, Komando Selatan AS menjelaskan alasannya. Mereka menyebut intelijen telah mengkonfirmasi bahwa kapal-kapal itu sedang melintasi rute perdagangan narkoba yang sudah dikenal di Pasifik Timur.
"Sebanyak delapan teroris narkoba laki-laki tewas selama aksi ini," begitu bunyi pernyataan resmi mereka.
"Tiga orang di kapal pertama, dua di kapal kedua, dan tiga di kapal ketiga."
Unggahan itu juga dilengkapi rekaman video yang cukup gamblang. Tampak tiga kapal terpisah mengapung di tengah laut, sebelum kemudian masing-masing dihantam dan hancur oleh serangan.
Artikel Terkait
Trump: Iran Ingin Berunding, Tapi Batas Waktu Rahasia Sudah Ditetapkan
Es Legen di Pantura Berujung Mencekam: Rp 140 Juta Raib Digasak Maling
Gempa Magnitudo 3,4 Guncang Lumajang Dini Hari
Anggota DPRD Pelalawan Diperiksa Polisi Terkait Ijazah Orang Lain