Setelah berbulan-bulan menjadi buronan, akhirnya tangan hukum menjangkau Dewi Astutik. Perempuan 43 tahun yang diduga sebagai pengendali jaringan narkoba internasional itu berhasil diamankan di Kamboja. Kisah penangkapannya ternyata tak sederhana.
Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto mengakui, melacak pergerakan Dewi itu sungguh sulit. Perempuan yang kerap disamakan dengan Fredy Pratama ini dikenal licin. Dia terus berpindah dari satu negara ke negara lain, seolah punya kemampuan menghilang untuk mengelabui petugas.
"Tentunya kesulitannya karena yang bersangkutan ini satu, dia adalah bagian dari jaringan internasional yang selama ini pindah dari negara satu, ke negara lain," ujar Suyudi saat jumpa pers di Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (2/12/2025).
Namun begitu, jejaknya mulai terendus. Informasi kunci akhirnya datang pada pertengahan November lalu. Intelijen menyebut Dewi berada di Phnom Penh. Tanpa buang waktu, tim langsung bergerak.
Kolaborasi dengan otoritas Kamboja pun digeber. Kerja sama itu yang akhirnya membuahkan hasil.
"Pada saat yang bersangkutan berada di negara Kamboja, kita dengan kerja sama yang tadi saya sampaikan, bisa menemukan titik yang bersangkutan. Sehingga kita lakukan penangkapan dengan kolaboratif antara negara Indonesia dan pemerintah Kamboja," jelas Suyudi.
Dewi, yang sudah masuk Red Notice Interpol sejak Oktober 2024, akhirnya terjepit. Operasi penangkapan digelar di sebuah hotel di Sihanoukville.
Artikel Terkait
Semen Padang dan PSIM Yogyakarta Bermain Imbang Tanpa Gol di Padang
Alwi Farhan Tumbangkan Unggulan, Sinyal Era Terbuka di Tunggal Putra All England
Trump Keluhkan Hubungan AS-Inggris yang Tak Lagi Seperti Dulu, Pengamat Sebut Akibat Perebutan Kepentingan di Timur Tengah
Pelatih Persijap Yakin Persiapan Optimal Jadi Modal Hadapi Derby Jateng Lawan Persis