Dalam jumpa pers yang digelar Selasa lalu, suasana ruangan terasa tegas. Irjen Suyudi Ario Seto dari BNN berdiri di depan para wartawan. Ia mengumumkan kabar penting: penangkapan gembong narkoba Dewi Astutik, atau yang kerap disapa PA, bukan sekadar soal menciduk seorang buron. Lebih dari itu, operasi ini disebutnya telah menyelamatkan nyawa sekitar 8 juta jiwa dari cengkeraman bahaya narkotika.
"Penangkapan dua ton sabu tersebut berhasil menyelamatkan sekitar 8 juta jiwa dari ancaman bahaya narkotika," tegas Suyudi.
Angka itu tentu bukan main-main. Ia muncul dari analisis terhadap volume sabu murni yang berhasil disita sebanyak dua ton dengan nilai mencapai Rp 5 triliun. Barang haram itu rencananya akan diedarkan, dan kini sudah diamankan.
Menurut paparan Suyudi, nama Dewi Astutik bukanlah pemain kecil. Di dunia gelap narkoba internasional, perempuan ini mendominasi kawasan segitiga emas atau golden triangle. Hebatnya, ia menguasai wilayah itu bersama Fredy Pratama, sesama gembong narkoba asal Indonesia yang sudah lebih dulu terkenal.
"Berdasarkan hasil analisa, terdapat dua nama asal Indonesia yang mendominasi kawasan golden triangle yakni Fredy Pratama dan PAR, alias Dewi Astutik Alis Kak Dinda alias Dinda Ini," jelasnya.
Artikel Terkait
Pemuda Tewas Terlindas Bus Transjakarta Usai Tabrak Pembatas di Gunung Sahari
SMF Nilai Program 3 Juta Rumah Prabowo Belum Signifikan Dongkrak Ekonomi
BMKG Prediksi Musim Kemarau 2026 Datang Lebih Awal, Puncaknya Agustus
Gunung Lewotobi Laki-Laki Erupsi, Warga Diimbau Waspada Lahar Dingin