Bencana ini tak pandang bulu. Sekitar 50 kabupaten dan kota porak-poranda. Kerusakannya masif. Ribuan rumah warga hancur atau rusak, mulai dari yang ringan sampai berat. Infrastruktur publik pun tak luput.
Lebih dari tiga ribu rumah rusak berat. Fasilitas pendidikan yang seharusnya menjadi tempat belajar anak-anak, 322 unit di antaranya, ikut menjadi korban. Jembatan-jembatan penghubung, sebanyak 277 unit, juga rusak, mempersulit akses logistik dan evakuasi.
Di lapangan, upaya pencarian dan pertolongan masih terus berjalan. Namun begitu, tantangannya sangat besar. Cuaca, medan, dan luasnya wilayah terdampak membuat pekerjaan tim gabungan menjadi sangat berat.
Artikel Terkait
Dinas PUPR Banten: 1.200 Km Jalan Desa Rusak, Butuh Sinergi Pusat-Daerah
Firdha Razak Bantah Tudingan Rafi Ikhsan Jual Barang Peninggalan Vina
Korlantas Polri Gunakan Drone ETLE Pantau Pelanggaran Lalu Lintas di Denpasar
Pertamina Proyeksikan Konsumsi Bensin Naik 12% Saat Mudik Idulfitri 2026