Rinciannya begini: rumah rusak berat tercatat 3.500 unit. Lalu, ada 2 ribu unit rumah dengan kerusakan kategori sedang, dan jumlah yang sama, 3.500 unit, untuk kerusakan ringan. Bencana ini tak hanya menghancurkan tempat tinggal, tetapi juga fasilitas publik yang vital.
Sebanyak 322 unit fasilitas pendidikan ikut rusak, mengancam proses belajar anak-anak. Sementara itu, akses transportasi terputus karena 277 jembatan dilaporkan rusak, menyulitkan distribusi bantuan dan evakuasi.
Data-data ini terus bergerak, dan kita semua berharap angka-angka mengerikan itu segera berhenti bertambah.
Artikel Terkait
Trump Ancang-ancang Kenakan Tarif ke Negara yang Tolak Ambisi AS atas Greenland
Perempuan Kabur dari Rumah karena Masalah Keluarga, Ditemukan Polisi di Kedai Kopi
BPJS Kesehatan Apresiasi 27 Faskes Pelopor Digitalisasi Layanan JKN
Dubes Junimart Girsang Bangkitkan Kembali Diplomasi Indonesia di Italia Setelah Dua Tahun Vakum