Pidatonya, seperti dilaporkan sejumlah media internasional, jelas merupakan respons atas langkah-langkah AS. Maduro menuduh Washington terus berupaya menjatuhkannya dari kursi kekuasaan.
Di sisi lain, dari Washington, Presiden Donald Trump mengaku telah melakukan percakapan telepon dengan Maduro. Itu terjadi awal pekan ini. Trump enggan merinci isi pembicaraan mereka, hanya mengonfirmasi bahwa dialog itu terjadi.
Bagaimana dengan Maduro? Sampai berita ini diturunkan, dia belum memberi komentar spesifik soal telepon tersebut. Meski begitu, sebelumnya dia pernah menyatakan kesiapannya untuk duduk satu meja dengan Trump, melakukan pertemuan langsung. Tampaknya, jalan dialog masih terbuka, meski diwarnai saling ancam dan kecurigaan yang mendalam.
Yang pasti, rakyat Venezuela berada di tengah situasi ini. Seperti diungkapkan Maduro, mereka telah menunjukkan cinta pada tanah airnya. Pertanyaannya sekarang, sampai kepada ujung mana ketegangan dua negara ini akan berlabuh?
Artikel Terkait
Masjid Istiqlal Buka Pendaftaran Itikaf Ramadan dengan Kuota 400 Jemaah
KPK Beberkan Modus Bupati Pekalongan Intervensi Tender Perusahaan Keluarga
Pemerintah Siapkan Aturan Khusus Takbiran Idul Fitri yang Berbarengan dengan Hari Raya Nyepi
Putin Tawarkan Diri Jadi Penengah Krisis Timur Tengah Usai Serangan AS-Israel ke Iran