Bahan Bakar Habis, Rumah Sakit di Bener Meriah Terancam Lumpuh

- Senin, 01 Desember 2025 | 22:45 WIB
Bahan Bakar Habis, Rumah Sakit di Bener Meriah Terancam Lumpuh

Keadaan di Bener Meriah, Aceh, semakin pelik. Pasca banjir dan longsor yang merusak jalan, akses transportasi terputus. Kini, dampaknya merambat ke hal yang sangat vital: stok Bahan Bakar Minyak (BBM) nyaris habis.

Yang paling mengkhawatirkan adalah ancaman terhadap layanan kesehatan. Rumah Sakit Muyang Kute dan sejumlah Puskesmas terancam berhenti beroperasi. Genset-genset penopang listrik darurat itu bahan bakarnya hampir habis.

Kepala Pusat Data dan Informasi Posko Penanganan Bencana Kabupaten Bener Meriah, Ilham Abdi, mengonfirmasi situasi kritis ini.

"Stok BBM untuk genset di RSUD dan Puskesmas, termasuk untuk ambulans, benar-benar kritis. Kami perkirakan sisa waktunya kurang dari dua hari," ujar Ilham, Senin (1/12).

Menurutnya, persediaan di SPBU setempat sudah kosong. Stok yang tersisa hanya yang diambil menggunakan jeriken, jumlahnya sangat terbatas. Pemerintah kabupaten sendiri dikabarkan masih berupaya berkomunikasi dengan berbagai pihak untuk mendatangkan pasokan darurat.

Namun begitu, masalahnya tak cuma di rumah sakit. Alat-alat berat yang sedang bekerja membuka jalan yang terputus juga sangat bergantung pada BBM. Kalau pasokan minyak benar-benar macet, mobil-mobil pengangkut bantuan pun diprediksi akan ikut berhenti. Rantai logistik bisa lumpuh total.

"Kami berharap bantuan dari semua pihak agar penanganan bisa cepat dan pelayanan kesehatan juga tidak terhambat," tambah Ilham.

Di sisi lain, tekanan kemanusiaan terus membesar. Sekitar 46.611 jiwa masih terisolasi di beberapa kecamatan. Mereka sulit keluar dan mulai mengalami keterbatasan logistik. Daerah-daerah seperti Mesidah, Pintu Rime Gayo, Timang Gajah, Gajah Putih, Permata, dan Syiah Utama masih terputus dari akses utama.

Rasanya seperti lingkaran setan: jalan putus, BBM tak bisa masuk. Tanpa BBM, jalan tak bisa diperbaiki. Dan tanpa jalan, bantuan tak akan sampai. Waktu terus berjalan, sementara stok bahan bakar tinggal menghitung jam.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar