Siang itu, di Posko Pengungsian Desa Bambel Baru, suasana terasa berbeda. Kehadiran Presiden Prabowo Subianto di Bukit Tusam, Aceh Tenggara, menyita perhatian warga yang terdampak banjir bandang. Ia datang bukan sekadar seremonial. Dengan duduk lesehan mendengarkan keluh kesah para korban, Prabowo menunjukkan keseriusannya menangani duka mereka.
“Tentunya kita sangat prihatin dan kita juga turut belasungkawa dengan mereka yang korban,” ujarnya, menyapa warga yang berkumpul.
Suaranya lirih namun terdengar jelas. “Insya Allah kita bersyukur juga cuaca membaik, keadaan sudah agak berlalu.”
Di sisi lain, ia tak lupa memberi apresiasi. Menurutnya, respons cepat TNI dan Polri dalam penanganan bencana patut diacungi jempol. Tapi, perhatian utama kini tertuju pada akses yang terputus. Jembatan-jembatan rusak parah membuat mobilitas warga lumpuh.
Prabowo pun menegaskan komitmennya. “Saya terima kasih kepada mereka juga TNI, kepolisian, reaksinya cepat. Kita segera akan membuka jembatan, jembatan yang rusak akan segera kita perbaiki,” tegasnya.
Rencana perbaikan, katanya, bukan wacana dadakan. Anggarannya sudah disiapkan dari jauh-jauh hari. “Sebelum-sebelumnya pun saya sudah sebetulnya alokasi anggaran untuk fasilitas dan prasarana yang ada di desa-desa dan di kabupaten-kabupaten,” jelas Prabowo.
Nah, soal anggaran ini ia tekankan lagi. Pemerintah pusat bertekad mengencangkan ikat pinggang. Penghematan di level pusat dilakukan agar dana lebih banyak mengalir ke daerah, ke tangan rakyat paling bawah yang membutuhkan.
“Jadi Alhamdulillah kita punya anggarannya,” katanya meyakinkan. “Kita lakukan penghematan banyak di pusat supaya sebanyak mungkin bantuan sebanyak mungkin kita bisa membantu kepentingan rakyat di paling bawah.”
Janji itu diucapkan di tengah reruntuhan dan lumpur sisa banjir. Warga mendengar, berharap kata-kata itu segera jadi kenyataan.
Artikel Terkait
Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Vonis Hary Tanoe dan MNC Bayar Ganti Rugi Rp531 Miliar ke CMNP
Istri dan Dua Anak Bandar Narkoba Ko Erwin Resmi Ditahan Bareskrim dalam Kasus TPPU
PKB Kaji Penerapan Ambang Batas Parlemen di Tingkat Daerah
Wanita Lompat ke Jurung Usai Cekcok dengan Pria di Bogor, Pencarian Dihentikan karena Tak Ada Tanda Jatuh