Rinciannya cukup memilukan. Di Kecamatan Pandan, 20 orang meninggal dan 30 lainnya hilang. Sementara di Tukka, angka kematian bahkan lebih tinggi: 26 orang. Badiri mencatat 7 korban jiwa, disusul Barus dengan 3 orang, Barus Utara 2 orang, dan Sitahuis 15 orang. Kecamatan Sorkam Barat hanya mencatat satu orang luka.
Dampak sosialnya pun luar biasa. Sebanyak 1.872 warga terpaksa mengungsi. Mereka tersebar di berbagai lokasi. Gedung Olahraga Tapanuli Tengah menjadi tempat penampungan terbesar, menampung 1.084 pengungsi dengan fasilitas yang relatif lengkap mulai dari kamar mandi, tangki air, dapur lapangan, hingga posko medis.
Selain itu, warga juga mengungsi di rumah-rumah penduduk dan basecamp. Misalnya di Rumah Umak Nuardi Simbolon menampung 78 orang, sementara Rumah Bapak Videl Waruwu menampung 124 pengungsi. Bahkan, ada 15 orang yang terpaksa tinggal di dalam mobil mereka.
Kerusakan infrastruktur juga tak kalah parah. Polisi mencatat 9 rumah dengan kerusakan sedang di Kecamatan Barus. Yang lebih memprihatinkan, 30 sekolah mengalami rusak berat. Rinciannya: Tukka paling parah dengan 14 sekolah, disusul Lumut (8 sekolah), Sukabangun (4 sekolah), Badiri (2 sekolah), serta Pandan dan Tapian Nauli masing-masing 1 sekolah.
Sebagai tambahan, akses transportasi masih sangat terhambat. Enam ruas jalan utama masih terputus total, termasuk jalur Sibolga-Padang Sidempuan dan Sibolga-Tarutung. Jalan Sibolga-Manduamas, Fransiskus, Tukka-Saurmanggita, serta Hutabalang-Pagaranhonas juga belum bisa dilalui. Kondisi ini jelas mempersulit distribusi bantuan dan proses evakuasi.
Semua data ini menggambarkan satu hal: butuh waktu dan upaya ekstra untuk memulihkan Tapanuli Tengah. Bantuan sudah datang, tapi jalan menuju pemulihan masih panjang.
Artikel Terkait
KPK Ungkap Aliran Uang Haram Rp 53 Miliar ke Mantan Pejabat Pensiunan Kemnaker
Subsidi Upah Rp 200 Ribu untuk Buruh Jakarta Dapat Sinyal Hijau dari DPRD
AS Bekukan Visa Imigran dari 75 Negara, Thailand dan Kawasan Asia Tenggara Terimbas
16 Januari 2026: Dari Isra Mikraj hingga Dunia Buku, Satu Tanggal dengan Tiga Warna Berbeda