Di sisi lain, Wahono juga menyampaikan imbauan mendesak. Kepada masyarakat yang ada anggota keluarganya hilang, dia meminta untuk segera melapor ke Posko DVI. Langkah ini sangat krusial untuk mempercepat proses identifikasi dan memastikan setiap korban dikembalikan kepada keluarganya dengan benar.
Seperti yang telah banyak diketahui, bencana alam dahsyat ini benar-benar memilukan. Ratusan nyawa melayang, sementara ratusan lainnya hingga detik ini masih dinyatakan hilang, meninggalkan duka yang dalam bagi keluarga yang ditinggalkan.
Proses evakuasi sendiri masih terus berjalan, meski medan yang sulit menjadi tantangan tersendiri. Gabungan personel dari Polda Sumbar, BKO Polda Riau, Polda Jambi, ditambah BNPB, Basarnas, dan TNI bahu-membahu di lokasi.
Dukungan dari Polda Riau, misalnya, cukup signifikan. Mereka mengerahkan 390 personel yang berasal dari berbagai direktorat, seperti Samapta, Binmas, Polairud, dan Satuan Brimob. Semuanya punya keahlian khusus di bidang pencarian dan pertolongan.
Tak cuma manusia, tim anjing pelacak (K-9) juga dikerahkan. Harapannya, indra penciuman mereka bisa mempercepat pencarian korban yang mungkin tertimbun material longsor.
Dan yang tak kalah penting, pemulihan trauma. Untuk menangani hal ini, Polda Riau mengirimkan puluhan psikolog dari internal Polda dan juga dari berbagai kampus di Riau. Mereka bertugas memberikan dukungan mental bagi para penyintas yang kini harus tinggal di tenda-tenda pengungsian, mencoba memulihkan luka batin yang mungkin lebih dalam dari luka fisik.
Artikel Terkait
Bahlil Gerakkan Seluruh Kader Golkar, Dana Rp 3 Miliar Dikucurkan untuk Korban Longsor Sumatera
Remaja 14 Tahun Tewas Tenggelam di Curug Dengdeng Usai Abai Peringatan Teman
Pencarian Kerang Berujung Mencekam, Tiga Remaja Temukan Granat di Sungai Parung
Mantan Gubernur Maluku Said Assagaff Wafat, Airlangga Kenang Sosok Pejuang Keras