Di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, situasi masih terasa mencekam. Posko Disaster and Victim Identification (DVI) kini telah memulai tugas beratnya: mengidentifikasi jenazah-jenazah korban banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah itu. Angkanya terus bertambah. Hingga laporan ini dibuat, sudah 148 jenazah yang berhasil ditemukan.
Dari jumlah itu, sebanyak 123 di antaranya berhasil teridentifikasi. Sisanya, sayangnya, masih menunggu proses identifikasi lebih lanjut.
Kombes Wahono Edhi, yang bertugas di Tim Posko DVI, menjelaskan hal ini di lokasi kejadian pada hari Minggu (30/11/2025).
"Sampai hari ini dari seluruh posko yang dibuka Polda Sumbar dan jajaran, itu ada 148 orang. Yang sudah teridentifikasi sebanyak 123, sisanya belum teridentifikasi," ujarnya.
Wahono, yang juga menjabat sebagai Kabid Dokkes Polda Riau, menambahkan bahwa operasi pencarian sama sekali belum berhenti. Tim SAR gabungan masih dikerahkan, berharap bisa menemukan korban selamat atau setidaknya memulangkan jenazah yang masih hilang kepada keluarganya.
Upaya besar-besaran ini melibatkan banyak pihak. Basarnas, BNPB, Polda Sumbar, tak ketinggalan dukungan dari Polda Riau dan Polda Jambi turun langsung ke lapangan.
"Ini masih ada pencarian ada BKO dari Polda Riau, termasuk DVI juga dari Mabes Polri dan Polda Riau," imbuhnya, menegaskan bahwa sumber daya terus dialirkan ke lokasi bencana.
Artikel Terkait
Bahlil Gerakkan Seluruh Kader Golkar, Dana Rp 3 Miliar Dikucurkan untuk Korban Longsor Sumatera
Remaja 14 Tahun Tewas Tenggelam di Curug Dengdeng Usai Abai Peringatan Teman
Pencarian Kerang Berujung Mencekam, Tiga Remaja Temukan Granat di Sungai Parung
Mantan Gubernur Maluku Said Assagaff Wafat, Airlangga Kenang Sosok Pejuang Keras