Korban Tewas Banjir Bandang Agam Capai 148 Jiwa, Proses Identifikasi Berlanjut

- Minggu, 30 November 2025 | 22:25 WIB
Korban Tewas Banjir Bandang Agam Capai 148 Jiwa, Proses Identifikasi Berlanjut

Di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, situasi masih terasa mencekam. Posko Disaster and Victim Identification (DVI) kini telah memulai tugas beratnya: mengidentifikasi jenazah-jenazah korban banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah itu. Angkanya terus bertambah. Hingga laporan ini dibuat, sudah 148 jenazah yang berhasil ditemukan.

Dari jumlah itu, sebanyak 123 di antaranya berhasil teridentifikasi. Sisanya, sayangnya, masih menunggu proses identifikasi lebih lanjut.

Kombes Wahono Edhi, yang bertugas di Tim Posko DVI, menjelaskan hal ini di lokasi kejadian pada hari Minggu (30/11/2025).

"Sampai hari ini dari seluruh posko yang dibuka Polda Sumbar dan jajaran, itu ada 148 orang. Yang sudah teridentifikasi sebanyak 123, sisanya belum teridentifikasi," ujarnya.

Wahono, yang juga menjabat sebagai Kabid Dokkes Polda Riau, menambahkan bahwa operasi pencarian sama sekali belum berhenti. Tim SAR gabungan masih dikerahkan, berharap bisa menemukan korban selamat atau setidaknya memulangkan jenazah yang masih hilang kepada keluarganya.

Upaya besar-besaran ini melibatkan banyak pihak. Basarnas, BNPB, Polda Sumbar, tak ketinggalan dukungan dari Polda Riau dan Polda Jambi turun langsung ke lapangan.

"Ini masih ada pencarian ada BKO dari Polda Riau, termasuk DVI juga dari Mabes Polri dan Polda Riau," imbuhnya, menegaskan bahwa sumber daya terus dialirkan ke lokasi bencana.

Di sisi lain, Wahono juga menyampaikan imbauan mendesak. Kepada masyarakat yang ada anggota keluarganya hilang, dia meminta untuk segera melapor ke Posko DVI. Langkah ini sangat krusial untuk mempercepat proses identifikasi dan memastikan setiap korban dikembalikan kepada keluarganya dengan benar.

Seperti yang telah banyak diketahui, bencana alam dahsyat ini benar-benar memilukan. Ratusan nyawa melayang, sementara ratusan lainnya hingga detik ini masih dinyatakan hilang, meninggalkan duka yang dalam bagi keluarga yang ditinggalkan.

Proses evakuasi sendiri masih terus berjalan, meski medan yang sulit menjadi tantangan tersendiri. Gabungan personel dari Polda Sumbar, BKO Polda Riau, Polda Jambi, ditambah BNPB, Basarnas, dan TNI bahu-membahu di lokasi.

Dukungan dari Polda Riau, misalnya, cukup signifikan. Mereka mengerahkan 390 personel yang berasal dari berbagai direktorat, seperti Samapta, Binmas, Polairud, dan Satuan Brimob. Semuanya punya keahlian khusus di bidang pencarian dan pertolongan.

Tak cuma manusia, tim anjing pelacak (K-9) juga dikerahkan. Harapannya, indra penciuman mereka bisa mempercepat pencarian korban yang mungkin tertimbun material longsor.

Dan yang tak kalah penting, pemulihan trauma. Untuk menangani hal ini, Polda Riau mengirimkan puluhan psikolog dari internal Polda dan juga dari berbagai kampus di Riau. Mereka bertugas memberikan dukungan mental bagi para penyintas yang kini harus tinggal di tenda-tenda pengungsian, mencoba memulihkan luka batin yang mungkin lebih dalam dari luka fisik.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar