Kembali ke laporan dari lapangan, Suharyanto memberikan gambaran yang cukup suram tentang kondisi Aceh. Dalam rakor yang disiarkan melalui YouTube BNPB, ia menyebut masih banyak ruas jalan yang putus total.
“Aceh ini karena masih banyak yang terputus. Secara singkat di Aceh kekuatannya sudah mulai banyak, sudah full. Memang yang menonjol di Aceh ini masih banyak sekali jalan-jalan yang masih putus Bapak Menko,” katanya kepada Pratikno.
Rinciannya, akses dari Sumatera Utara ke Aceh masih belum bisa dilalui. Begitu pula jalur dari Banda Aceh menuju Lhokseumawe. Daerah-daerah seperti Gayo Lues dan Aceh Tenggara juga menghadapi masalah serupa. Aceh Tengah pun tak ketinggalan, isolasi masih terjadi di sana.
Tak berhenti di situ, dua kabupaten lain juga disebut dalam kondisi terisolir.
“Bener Meriah masih terisolir, Subulussalam juga masih terisolir,” ungkap Suharyanto singkat.
Meski kekuatan personel sudah diperbanyak di Aceh, nyatanya kerusakan infrastruktur yang parah masih menjadi penghalang terbesar bagi tim untuk menjangkau korban. Harapannya, dengan perintah presiden dan koordinasi yang diperketat, kondisi pelan-pelan bisa membaik.
Artikel Terkait
Cahaya Listrik Akhirnya Menyapa 108 Rumah Warga Desa Pejamben
Sumatera Terbelah: Jalan Nasional Masih Lumpuh, Korban Jiwa Terus Berjatuhan
Akses Jantung Sumatera Terkoyak, Korban Tewas Tembus Ratusan Jiwa
Sultan Bachtiar: Film Maju, Ekonomi Daerah Ikut Bergerak