Ammar Zoni Buka Suara Soal Dua Ponsel Misterius di Rutan Salemba

- Kamis, 08 Januari 2026 | 18:00 WIB
Ammar Zoni Buka Suara Soal Dua Ponsel Misterius di Rutan Salemba

Di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis lalu, suasana mendadak tegang. Hakim memfokuskan pertanyaannya pada Ammar Zoni, salah satu dari enam terdakwa dalam kasus narkotika yang digelar di Rutan Salemba. Yang jadi sorotan adalah dua ponsel yang diduga miliknya saat berada di dalam rutan.

“Saudara, saya mohon maaf, saya jadi ingin tahu, di dalam punya HP dua, maksudnya untuk apa gitu?” tanya Hakim, suaranya penuh tanda tanya.

Pertanyaan itu langsung memancing penjelasan dari Ammar. Ternyata, ceritanya tak sesederhana itu.

“Oh, bukan HP saya dua. Saya HP saya cuma satu. Samsung, iya,” jawabnya cepat, berusaha meluruskan.

Lalu bagaimana dengan ponsel satunya lagi? Ammar pun bercerita. Katanya, handphone kedua itu adalah barang gadai. “Ada orang jadi ngegadein gitu loh, Yang Mulia. Dia butuh uang, jadi ngegadaiin jaminin saya,” lanjutnya, mencoba memberi gambaran.

Mendengar penjelasan itu, hakim tak langsung percaya. Pertanyaan pun berlanjut, lebih mendetail. Siapa sebenarnya orang itu? Berapa nilai gadainya? “Siapa namanya? Nama aslinya siapa? Berapa digadai?” cecar sang hakim lagi.

“Black. (Nama aslinya) saya enggak tahu. Saya cuma tahunya Black doang gitu kan. (Biaya gadai) cuma Rp 300.000,” ujar Ammar. Rupanya transaksi itu terjadi menjelang tahun baru, tanggal 31 Desember. Alasan si ‘Black’ butuh uang untuk merayakan.

“Iya. Jadi sekitar tanggal 31, Yang Mulia. (Untuk) tahun baru lah kayak gitu kan, alasannya,” sebut Ammar.

Namun begitu, hingga sidang berlangsung, HP itu masih berada di tangannya. “Waktu itu sih gadai sih bilangnya (ditebus) ‘paling besok’ kata dia kan. Ya sudah,” tuturnya, mengakhiri cerita. Janji penebusan yang ternyata tak kunjung ditepati.

Sidang hari itu sendiri memeriksa enam terdakwa, termasuk Ammar Zoni, terkait kasus penjualan narkoba di balik jeruji. Interogasi soal dua ponsel ini menjadi salah satu momen yang menyita perhatian, mengungkap dinamika tak terduga di dalam kehidupan rutan.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar