Presiden Prabowo baru saja memberikan pertolongan hukum berupa rehabilitasi kepada mantan Direktur ASDP Ira Puspadewi. Tapi bukan cuma dia yang dapat keringanan. Dua rekannya, Muhammad Yusuf Hadi dan Harry Muhammad Adhi Caksono, juga mendapat ampunan yang sama.
Sebelumnya, ketiganya divonis 4,5 tahun penjara oleh pengadilan Tipikor Jakarta terkait kasus akuisisi PT Jembatan Nusantara. Dengan keputusan ini, segala bentuk kerugian akibat proses hukum termasuk nama baik mereka akan dipulihkan.
Pengumuman resmi soal pemberian hak rehabilitasi ini disampaikan lewat keterangan pers yang digelar Selasa (25/11/2025) petang. Hadir di sana Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Mensesneg Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Prasetyo Hadi menjelaskan alasan di balik keputusan presiden.
"DPR selama ini memang menjadi wadah aspirasi masyarakat. Di sisi lain, pemerintah, dalam hal ini Kementerian Hukum, juga menerima banyak masukan terkait berbagai kasus yang jumlahnya tidak sedikit," ujarnya.
Ia melanjutkan, "Setelah melalui pengkajian mendalam dan melibatkan pakar hukum, akhirnya muncul surat usulan dari DPR. Itu yang kemudian ditindaklanjuti Menteri Hukum dalam seminggu terakhir."
Namun begitu, tentu saja itu bukan satu-satunya pertimbangan. Lalu apa alasan utama Prabowo memberikan hak istimewa ini kepada Ira dan kawan-kawannya? Apakah ini menandakan ada yang keliru dalam proses hukum sebelumnya? Simak pembahasannya lebih lanjut dalam Editorial Review.
Di sisi lain, detikSore hari ini secara khusus mengangkat cerita di balik persiapan operasional SMA Kemala Taruna Bhayangkara. Sekolah ini digadang-gadang sebagai proyek pendidikan strategis Polri yang bertaraf internasional. Konsepnya menarik: Kemala Thrives, Leaders Rise. Bukan cuma soal kurikulum modern, tapi juga penanaman karakter, disiplin, dan mental tangguh berbasis nilai kebhayangkaraan.
Polri menargetkan SMA Kemala Taruna Bhayangkara bakal beroperasi mulai Januari 2026. Proses seleksinya ketat banget. Dari lebih 11 ribu pendaftar, hanya 119 siswa yang akhirnya lolos dan mendapat beasiswa penuh.
Seperti disampaikan detikcom, sistem penerimaannya menggunakan prinsip need-blind admission. Artinya, latar belakang ekonomi calon siswa sama sekali tidak mempengaruhi penilaian. Ini sesuai arahan Kapolri agar seleksi berjalan bersih, transparan, dan tanpa intervensi semata untuk menjaring anak-anak terbaik bangsa.
Lantas, bagaimana respons masyarakat dengan kehadiran sekolah ini? Ikuti wawancara khusus bersama Brigjen Pol Erthel Stephan, Brigjen Pol Dr. Budhi Herdi Susianto, dan Hendri Adi selaku Kepala Sekolah SMA Kemala Taruna Bhayangkara.
Nanti sore, detikSore juga akan mengupas investasi. Bersama Firman Marihot, kita akan bahas risiko nyata ketika orang beli instrumen investasi tanpa perhitungan matang hanya karena FOMO. Apa saja bahayanya? Temui langsung di Sunsetalk.
Jangan lupa, ikuti terus ulasan mendalam berita-berita terhangat detikcom setiap Senin sampai Jumat, pukul 15.30–18.00 WIB. Tayang langsung di 20.detik.com dan TikTok detikcom. Di awal acara, ada juga analisis pergerakan IHSG jelang penutupan pasar. Sampaikan tanggapan Anda lewat kolom live chat yang tersedia.
"Detik Sore, Nggak Cuma Hore-hore!"
Artikel Terkait
Bayi 2 Tahun Tewas dengan Belasan Luka Tusuk di Bekasi, Pelaku Paman Kandung yang Alami Gangguan Jiwa
Tokoh Adat Papua Laporkan Dugaan Eksploitasi Tanpa Izin dalam Film ‘Pesta Babi’ ke Polda Metro Jaya
Igor Tolic Resmi Ditunjuk sebagai Pelatih Kepala Persib Bandung untuk Musim 2026/2027
Parlemen Ghana Sahkan UU Anti-LGBTQ Paling Represif, Nasib Kini di Tangan Presiden Mahama