Kondisi ribuan warga di Kabupaten Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, benar-benar memprihatinkan pasca bencana alam. Mereka tak cuma butuh tempat berteduh, tapi juga kiriman bahan makanan untuk bertahan hidup.
Di sisi lain, proses evakuasi bagi mereka yang terisolasi masih terus berjalan.
Kepala BPBD Sumut, Tuahta Ramajaya Saragih, menegaskan apa yang paling dibutuhkan saat ini.
Menurutnya, kondisi serupa juga dialami oleh para korban banjir bandang di wilayah Sibolga dan Mandailing Natal. Di Tapteng saja, data yang terkumpul hingga pagi tadi menunjukkan lebih dari 4.100 jiwa terdampak. Angkanya cukup signifikan. Sementara di Sibolga, sekitar 400 orang juga merasakan dampaknya.
Artikel Terkait
Paus Leo XIV Soroti Luka Gereja: Pintu Tak Boleh Tertutup bagi Korban
Ahli Geologi Turun Tangan Selidiki Lubang Ajaib di Sawah Pombatan
Banjir Setinggi Pinggang Rendam Tiga Desa di Probolinggo
Asap Mesin Penghancur Batu Tewaskan Empat Penambang di Badakhshan