Kondisi ribuan warga di Kabupaten Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, benar-benar memprihatinkan pasca bencana alam. Mereka tak cuma butuh tempat berteduh, tapi juga kiriman bahan makanan untuk bertahan hidup.
Di sisi lain, proses evakuasi bagi mereka yang terisolasi masih terus berjalan.
Kepala BPBD Sumut, Tuahta Ramajaya Saragih, menegaskan apa yang paling dibutuhkan saat ini.
"Kebutuhan mendesak adalah makanan siap saji, pengungsian dan evakuasi,"
Menurutnya, kondisi serupa juga dialami oleh para korban banjir bandang di wilayah Sibolga dan Mandailing Natal. Di Tapteng saja, data yang terkumpul hingga pagi tadi menunjukkan lebih dari 4.100 jiwa terdampak. Angkanya cukup signifikan. Sementara di Sibolga, sekitar 400 orang juga merasakan dampaknya.
Namun begitu, untuk total korban di Tapsel dan Madina, datanya masih terus dihitung. Tim di lapangan masih sibuk mendata satu per satu.
Soal kerusakan, tampaknya cukup parah. Rumah-rumah warga dan sejumlah infrastruktur penting di empat wilayah itu masih dalam proses assesment. Tim teknis masih mencatat segala kerusakan yang ada.
Yang jelas, upaya penyelamatan dan evakuasi masih menjadi prioritas utama saat ini. Semua pihak dikerahkan untuk mengevakuasi korban secepat mungkin.
Artikel Terkait
Prabowo Dukung Penuh Indonesia Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026
BP3KP Sumatera III Tinjau Teknologi Sepablock untuk Percepatan Program Tiga Juta Rumah
Serangan Drone Ukraina Ganggu Pasokan Bahan Bakar di Belasan Wilayah Rusia, Krisis Meluas
Pimpinan DPR Terima Perwakilan Mahasiswa, Audiensi Bahas Tiga Tuntutan Aksi