Di tengah ruang rapat Komisi II DPR di Senayan, Jakarta, pada Selasa (25/11) lalu, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya membeberkan data yang cukup mencolok. Ternyata, sepanjang 2025 ini, Kementerian Dalam Negeri sudah menangani 737 aduan masyarakat yang mayoritas berkaitan dengan masalah kepala daerah.
"Telah dilaksanakan selama (tahun) 2025 ini untuk merespons 737 pengaduan masyarakat," ujar Bima Arya dalam rapat kerja tersebut.
Menurutnya, sebagian besar laporan yang masuk berawal dari isu-isu yang viral di masyarakat. Beberapa kasus bahkan menyita perhatian publik secara nasional.
Dia menyebutkan beberapa contoh nyata. Ada Bupati Indramayu yang kedapatan melakukan perjalanan ke luar negeri tanpa izin resmi. Lalu, Bupati Pati yang menaikkan tarif PBB secara drastis hingga 250 persen. Tak kalah heboh, Bupati Prabumulih juga dilaporkan karena melakukan pemecatan terhadap sejumlah kepala sekolah secara kontroversial.
Artikel Terkait
Dua Pencuri Motor Tembaki Warga, Ditangkap Usai Buron ke Yogyakarta dan Cimahi
Drone Misterius di Perbatasan Korea: Klaim, Bantahan, dan Ancaman Diplomatik
KPK Beberkan Modus Korupsi Kuota Haji Tambahan, Mantan Menag Yaqut Ditahan
Suap Pajak Rp75 Miliar, DJP Minta Maaf ke Publik