Banjir di Aceh Utara ternyata makin meluas. Tak tanggung-tanggung, delapan kecamatan kini terendam, menggenangi ratusan hektar sawah hingga kantor-kantor pemerintahan.
Menurut sejumlah saksi, luapan air ini terjadi karena pendangkalan sungai dan muara yang parah. Akibatnya, guyuran hujan yang datang beberapa hari lalu langsung memicu banjir besar.
Wilayah yang paling menderita antara lain Tanah Jambo Aye, Seunuddon, Baktia Barat, dan Langkahan. Juga kawasan Samudera, Syamtalira Aron, Lapang, serta Muara Batu yang tak luput dari genangan.
Muntasir Ramli, juru bicara Pemerintah Aceh Utara, memberikan gambaran yang cukup suram.
"Banjir menyebabkan terendamnya 616 hektare sawah, 555 tambak, sejumlah infrastruktur dan fasilitas publik, sekolah, perkantoran, tempat ibadah, dayah, rumah warga, serta akses jalan di sejumlah lokasi,"
Begitu penjelasannya yang dirilis Selasa lalu.
Dampaknya langsung terasa ke ribuan orang. Sekitar 4.555 warga terdampak, dan dari angka itu, 1.754 orang terpaksa mengungsi meninggalkan rumah mereka.
Artikel Terkait
Sepuluh Hari Terakhir Ramadan 2026: Pemerintah dan Muhammadiyah Tentukan Tanggal Berbeda
Polda Metro Jaya dan Bapanas Gelar Inspeksi Mendadak Harga Sembako di Pasar Rawamangun
Menko PMK Terima Hasil Audit Kinerja dan Awali Pemeriksaan Keuangan 2025
Presiden Prabowo Disambut Pengawalan F16 dan Sapaan Pilot Khusus di Yordania