Namun begitu, ceritanya tak berhenti di situ. Tersangka sempat mengajukan izin untuk ke toilet. Awalnya, ia memakai celana pendek. Tapi karena kotor, dia minta diganti dengan celana panjang.
Sayangnya, permintaan itu justru berakhir pilu. Dari pukul 06.30 WIB hingga 09.00 WIB, tersangka berada di ruang konseling. Kemudian, seorang rekannya berinisial G melihat melalui celah kaca tersangka sudah tak bernyawa. Ia menggunakan celana panjang yang dimintanya tadi untuk mengakhiri hidup.
Di sisi lain, hasil visum dari RS Polri Kramat Jati menyatakan tidak ada tanda kekerasan lain pada tubuh tersangka. Hal ini diungkap oleh dr. Farah Trimadani Karow, dokter forensik yang memeriksa.
"Jenazah laki-laki 49 tahun, golongan darah O, hanya menunjukkan luka lecet tekan melingkar di leher. Polanya sesuai dengan kasus gantung. Tidak ada cedera lain di permukaan tubuh," jelas Farah.
Begitulah rangkaian peristiwa yang terjadi. Suasana mencekam di ruang konseling itu kini menyisakan duka dan sejumlah pertanyaan.
Artikel Terkait
Patung Liberty Tersembunyi di Tangerang, Ternyata Bakal Jadi Cetakan
Invasi AS ke Venezuela 2026: Katalis Kekacauan Global yang Tak Terhindarkan
Eddy Soeparno Desak 2026 Jadi Tahun Mitigasi Krisis Iklim
Utang Rp 300 Ribu Berujung Maut, Pria di Depok Ditusuk Saat Tidur