"Dari abis magrib itu nggak pulang-pulang. Jam 7, jam 8 dicari juga nggak ada. Sampai jam 10 lah, nggak ada," kenang Arumi saat dihubungi pada Kamis (17/4). "Kita tanya sama teman-temannya yang di masjid, katanya dari sore nggak sama Alvaro. Berarti besar kemungkinan dia diculik sebelum salat magrib."
Kembali ke proses hukum, setelah diperiksa, AI akhirnya mengaku. Dia berniat balas dendam, lalu menculik Alvaro dari area masjid. Budi Hermanto melanjutkan kronologinya.
"Pada saat korban dibawa dalam kondisi menangis yang tidak berhenti, sehingga dibekap hingga meninggal dunia," tuturnya.
Tragis. Setelah yakin korban telah meninggal, pelaku kemudian membungkus jasad malang itu dengan plastik hitam. Jasad itu lalu dibuang di Jembatan Cilalay, Tenjo, Bogor, pada malam hari tanggal 9 Maret 2025.
Sementara itu, jenazah yang diduga kuat adalah Alvaro baru ditemukan pada hari Minggu (23/11). Untuk memastikan identitasnya, polisi masih menunggu hasil tes DNA.
Kapolres Jakarta Selatan Kombes Nicolas Ary Lilipaly menegaskan, "Tapi kita butuh kepastiannya dulu melalui pengecekan DNA dan pemeriksaan labfor ya. Baru diketemukan kerangka manusia yang diduga merupakan Alvaro."
Artikel Terkait
Anggota Kongres Demokrat Desak Pemakzulan Trump Atas Ancaman Militer ke Iran
Balita Terseret Arus Banjir di Ponorogo, Diselamatkan Warga Setelah Terseret 100 Meter
Netanyahu Tegaskan Serangan ke Lebanon Berlanjut, Tawarkan Negosiasi Damai
Dosen Universitas Budi Luhur Dinonaktifkan Usai Dugaan Pelecehan terhadap Mahasiswi