Korsel Siagakan Dialog, Korut Malah Pasang Kawat Berduri di Perbatasan

- Senin, 24 November 2025 | 18:15 WIB
Korsel Siagakan Dialog, Korut Malah Pasang Kawat Berduri di Perbatasan

Suasana di Semenanjung Korea belakangan ini benar-benar mencekam. Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, tak menampik fakta itu. Dia dengan tegas menyebut hubungan dengan Korea Utara sedang berada dalam "situasi yang sangat berbahaya". Menurutnya, sebuah bentrokan tak disengaja bisa terjadi kapan saja, dan itulah mengapa dialog dengan Pyongyang dinilainya sangat krusial.

Namun begitu, niat baik Seoul sepertinya belum digubris. Lee mengungkapkan, pihaknya sudah mencoba menjalin kontak, tapi Korut sama sekali tak memberi respons. Malah, aksi mereka justru makin memanas.

Yang cukup mengejutkan, Pyongyang dikabarkan mulai memasang pagar kawat berduri di sepanjang perbatasan militer. Langkah seperti ini belum pernah dilakukan sejak Perang Korea berakhir puluhan tahun silam. Tindakan itu jelas mempertegas ketegangan yang sudah ada.

Saat berbicara kepada para wartawan dalam penerbangan dari Afrika Selatan menuju Turki, Lee menyampaikan keprihatinannya.

"Hubungan antar-Korea telah menjadi sangat bermusuhan dan konfrontatif," ujarnya.

Dia menambahkan, tanpa adanya rasa saling percaya yang paling mendasar sekalipun, Korea Utara menunjukkan perilaku yang sangat ekstrem.

Di sisi lain, upaya meredakan ketegangan terus diupayakan. Baru pada 17 November lalu, Korsel mengajak Korut untuk berunding. Mereka mengusulkan pembicaraan militer guna menetapkan batas yang jelas di sepanjang Garis Demarkasi Militer. Tujuannya sederhana: mencegah bentrokan bersenjata yang bisa memicu konflik lebih luas.

Sayangnya, usulan itu hingga kini masih menggantung. Pyongyang tetap bungkam, tak ada tanggapan sama sekali.

Sepanjang tahun ini, situasi di perbatasan memang kerap memanas. Sudah tercatat lebih dari 10 kali tentara Korut melakukan pelanggaran. Beberapa insiden bahkan memaksa pasukan Korsel mengambil tindakan, melepaskan tembakan peringatan sesuai protokol yang berlaku. Semuanya berlangsung cepat, tegang, dan penuh ketidakpastian.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar