Peringatan Hakordia 2025 Pindah ke Jogja, Prabowo Dijagokan Hadir

- Senin, 24 November 2025 | 17:55 WIB
Peringatan Hakordia 2025 Pindah ke Jogja, Prabowo Dijagokan Hadir
Peringatan Hakordia 2025 Pindah ke Jogja, Prabowo Diharapkan Hadir

Yogyakarta bakal jadi tuan rumah peringatan puncak Hari Antikorupsi Sedunia tahun ini. Ini pertama kalinya acara yang rutin digelar setiap 9 Desember itu berpindah dari Jakarta.

Nah, yang menarik, KPK berencana mengundang Presiden Prabowo Subianto untuk hadir dalam acara tersebut. "Semoga bisa hadir. Ya semoga rencana begitu (Prabowo datang ke Jogja)," ujar Wakil Ketua KPK Ibnu Basuki Widodo di Gedung C1 KPK, Jakarta Selatan, Senin (24/11/2025).

Soal persiapan, Ibnu mengaku pihaknya masih mengkaji rangkaian acara. Mereka bahkan masih mempertimbangkan untuk menampilkan pameran barang-barang sitaan hasil korupsi. "Insyaallah akan kita adakan sebaik mungkin. Apakah kalau nanti kan, kalau misalkan iya nanti ditayangkan, kalau memang benar-benar ada. Nanti kita tanyakan lagi," tambahnya.

Keputusan memindahkan lokasi peringatan ini sebenarnya sudah diumumkan sejak akhir Oktober lalu. "Tahun ini rangkaian kegiatan tersebut rencana akan berpusat di Yogyakarta," kata Jubir KPK Budi Prasetyo kepada wartawan, Selasa (28/10).

Lantas, apa alasan KPK memilih Jogja? Ternyata, ada beberapa pertimbangan.

Pertama, kota Gudeg ini punya reputasi kuat sebagai pusat pendidikan dan budaya. Menurut Budi, hal itu selaras dengan upaya pemberantasan korupsi yang masuk melalui jalur pencegahan dan pendidikan. "Yang juga masuk ke dalam ruang-ruang pendidikan dan budaya," jelasnya.

Alasan lainnya, Jogja dinilai punya tata kelola pemerintahan yang cukup bagus. KPK berharap ini bisa menginspirasi daerah lain untuk membangun pemerintahan yang bersih. "Harapannya juga menjadi salah satu rujukan daerah lain untuk melakukan improvement," katanya.

Selain itu, Jogja bukanlah tempat asing bagi KPK. Daerah ini pernah jadi pilot project untuk program desa antikorupsi. Program itu kini malah sudah berkembang dan ada di setiap provinsi se-Indonesia. Bahkan sekarang sudah merambah ke level kota dan kabupaten antikorupsi.

Jadi, meski lokasinya berubah, semangatnya tetap sama: memberantas korupsi sampai ke akar-akarnya.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar