Operasi SAR Longsor Majenang Ditutup, Dua Warga Masih Dinyatakan Hilang

- Minggu, 23 November 2025 | 19:20 WIB
Operasi SAR Longsor Majenang Ditutup, Dua Warga Masih Dinyatakan Hilang
Update Bencana Majenang

Setelah sepuluh hari yang melelahkan, operasi pencarian korban longsor di Desa Cibeunying, Majenang, Cilacap, akhirnya resmi ditutup. Meski begitu, dua warga masih dinyatakan hilang dan belum ditemukan. Anggota DPR RI Kaisar Kiasa Kasih Said Putra menyampaikan duka mendalam atas musibah ini. Ia juga menyerukan agar kewaspadaan ditingkatkan, mengingat ancaman bencana susulan masih mengintai.

Kaisar tak lupa menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya untuk Tim SAR Gabungan dan para relawan. Kerja keras mereka patut diacungi jempol, meski hasilnya belum sepenuhnya sesuai harapan.

"Saya pribadi masih berduka atas kejadian longsor ini yang menelan korban jiwa dan menimbulkan kerusakan material. Duka mendalam saya sampaikan kepada seluruh warga terdampak, terutama keluarga yang anggotanya masih belum ditemukan,"

ungkap Kaisar lewat keterangan tertulisnya pada Minggu (23/11/2025).

Menurutnya, longsor ini bukan satu-satunya musibah. Dalam sebulan terakhir, wilayah itu sudah diguncang empat kali bencana yang memaksa warga mengungsi. Longsor jadi yang paling parah, sementara yang lain lebih banyak merusak rumah warga.

Di sisi lain, penutupan operasi SAR ini justru harus jadi pengingat. Bukan berarti bahaya sudah berlalu. Justru ini saatnya memperkuat kewaspadaan dan kesiapsiagaan.

"Saya menerima informasi bahwa curah hujan di wilayah Cilacap masih akan tinggi. Musim hujan diperkirakan berlangsung hingga Februari tahun depan,"

tegasnya lagi.

Warga diminta tetap siaga. Meski pencarian berakhir, ancaman banjir lumpur susulan masih nyata karena kondisi tanah yang labil.

Tak jauh dari lokasi longsor, sekitar 20 menit perjalanan, banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Cikawung juga memukul warga. Sekitar 60 kepala keluarga terdampak. Tim Sobat Kaisar pun turun tangan memberi bantuan.

"Tadi malam saya menerima laporan bahwa Tim Sobat Kaisar kembali turun melakukan aksi solidaritas membantu warga yang terdampak banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Cikawung. Lokasinya sekitar 20 menit dari titik longsor,"

kata Kaisar.

Ibu Sunarti, warga Desa Mulyadadi, Majenang, membenarkan kejadian itu. Hujan deras membuat puluhan rumah terendam, memaksa mereka mengungsi.

"Alhamdulillah ada Tim Sobat Kaisar yang membantu warga, memberikan bantuan sosial dan ikut meninjau tanggul yang jebol,"

tuturnya.

Ia menambahkan, meski air sudah surut dan warga mulai membersihkan rumah, kekhawatiran masih ada. Mereka berharap jika hujan deras datang lagi, banjir tidak kembali menerjang.

Di akhir pernyataannya, Kaisar menegaskan komitmen tim relawannya. Mereka akan terus siaga penuh menghadapi kemungkinan bencana lanjutan.

"Saya telah memberikan arahan kepada Tim Sobat Kaisar untuk tetap sigap dan siaga membantu warga di dapil,"

pungkasnya, seraya mengajak semua pihak bersiap menghadapi puncak musim hujan.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar