"Tersangka sudah diamankan," tambahnya.
Di sisi lain, kisah pilu ini berawal dari sebuah malam di bulan Ramadan. Ibu Alvaro, Arumi, menceritakan bahwa putranya itu hilang sejak tanggal 6 Maret 2025, persis saat cahaya senja mulai memudar. Alvaro dikenal sebagai anak yang rajin. Seperti biasa, ia berangkat ke masjid dekat rumah untuk salat magrib.
Tapi sore itu berbeda. Waktu terus bergulir, dan Alvaro tak kunjung tampak batang hidungnya. Hingga larut malam, anak itu tak pulang juga. Arumi yang mulai cemas lalu bergegas mencari, menelusuri setiap sudut, bahkan memeriksa semua rekaman CCTV di sekitar rumah mereka. Semua usaha itu, sayangnya, belum membawa hasil hingga berbulan-bulan kemudian.
Artikel Terkait
Paus Leo XIV Soroti Luka Gereja: Pintu Tak Boleh Tertutup bagi Korban
Ahli Geologi Turun Tangan Selidiki Lubang Ajaib di Sawah Pombatan
Banjir Setinggi Pinggang Rendam Tiga Desa di Probolinggo
Asap Mesin Penghancur Batu Tewaskan Empat Penambang di Badakhshan