Konferensi iklim COP30 di Brasil sudah sampai di ujung acara. Indonesia, bersama banyak negara, berharap pertemuan puncak ini bisa melahirkan keputusan konkret yang jadi pijakan untuk menangani perubahan iklim ke depan.
Deputi Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon, Ary Sudijanto, menyampaikan harapannya di sela-sela acara, Jumat (21/11).
Di hari penutupan, seharusnya sudah ada keputusan final yang diketok palu. Tapi negosiasi ternyata masih berjalan. Beberapa pihak masih punya catatan terhadap draf teks yang diajukan.
Salah satu isu yang jadi perhatian Indonesia adalah soal gender. Di dalam draf keputusan COP30, gender dimasukkan dengan definisi progresif artinya tidak hanya laki-laki dan perempuan, tetapi lebih luas lagi.
Menurut Ary, hal itu termasuk "red line" bagi Indonesia. "Kita bersama beberapa negara lain keberatan, atau setidaknya minta agar hal itu disesuaikan dengan kondisi masing-masing negara," tambahnya.
Artikel Terkait
Damkar Bogor Berjuang dengan Lima Unit Rescue untuk 40 Kecamatan
Kemnaker Ingatkan Publik: Waspada Hoaks Pendaftaran BSU 2026
Salah Setel Google Maps, Motor Nyasar ke Jalan Tol Soetta
Tiga Taman Jakarta Selatan Menyatu, Siapkan Jalur Lari Baru