"Ia bilang beruang itu berlari begitu dekat dengannya, padahal sebenarnya ia sedang mengejar orang lain," kenang Schooner.
Ia menambahkan detail yang cukup membuat hati miris. Beberapa anak terkena semprotan beruang saat para guru berusaha melawan. Sementara itu, Alvarez sendiri tertatih-tatih, sepatunya penuh lumpur karena berlari menyelamatkan diri.
"Dia terus menangis memanggil teman-temannya, dan astaga, dia langsung berdoa untuk teman-temannya," tambahnya, menggambarkan kepedulian sang anak di tengah trauma yang dialami.
Di sisi lain, Sekolah Acwsalcta, sebuah sekolah independen yang dikelola oleh Nuxalk First Nation di Bella Coola, mengambil langkah cepat. Melalui sebuah unggahan di Facebook, mereka mengumumkan bahwa sekolah akan ditutup untuk sementara. Mereka juga akan menyediakan layanan konseling bagi yang membutuhkan.
"Sulit untuk menentukan apa yang harus dikatakan selama masa sulit ini. Kami sangat berterima kasih kepada tim dan siswa kami," tulis pernyataan sekolah itu, mencerminkan suasana berat yang mereka hadapi.
Artikel Terkait
Kemenhaj Imbau 58 Ribu Jemaah Umrah Tetap Tenang di Tengah Ketegangan Timur Tengah
Shell dan Pertamina Naikkan Harga BBM, Stok Shell di Jakarta Habis
Konflik AS-Israel-Iran Ganggu Penerbangan Timur Tengah di Soekarno-Hatta
Toyota Veloz Hybrid Resmi Dijual di Indonesia, Harga Mulai Rp 299 Juta