“Sekarang, kita juga sedang hidup di saat yang sama, di mana kita tidak boleh lupa tentang KAA Bandung,” katanya. Prinsip-prinsipnya justru semakin relevan. India, Indonesia, dan negara berkembang lain, menurutnya, masih menghadapi tantangan dan punya aspirasi yang sama.
Di sisi lain, anggota DPR RI Rokhmin Dahuri juga menyoroti relevansi KAA di masa kini. Dia menyayangkan masih banyaknya standar ganda yang diterapkan negara maju, terutama dalam isu kemanusiaan.
“Ini masih sangat relevan,” tegas Rokhmin.
Dunia saat ini, menurutnya, masih menghadapi masalah serius. Angka kemiskinan global masih menyentuh 3 miliar orang, sementara kelaparan dialami oleh sekitar 1 miliar manusia. Belum lagi krisis ekologi triple crisis yang makin mengkhawatirkan.
Di bidang sosial politik, Rokhmin menyoroti genosida yang dilakukan Israel. Ironisnya, meski 85-90% negara di dunia mengutuk, Israel nyaris tidak mendapat sanksi berarti. “Itu kan menunjukkan double standard,” ungkapnya prihatin.
Menurutnya, tata kelola dunia yang munafik seperti inilah yang harus dilawan. Semangat KAA, dalam hal ini, menjadi benteng untuk menciptakan tata dunia yang lebih adil dan berimbang.
Artikel Terkait
Polisi Perbaiki Rumah Lansia Korban Puting Beliung di Ogan Ilir
KUR Berbasis Kekayaan Intelektual Diluncurkan untuk Buka Akses Dana bagi Kreator
Pertemuan Langsung Israel-Lebanon di Washington, Pembicaraan Pertama Sejak 1993
Polda Metro Jaya Terima Laporan Dugaan Kekerasan Seksual di Kampus Jakarta Selatan