Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto, mengungkapkan bahwa pihaknya sedang gencar membangun sebuah sistem manajemen data terpadu. Sistem ini nantinya akan terintegrasi lintas unit dan, yang penting, mudah diakses oleh siapa saja. Hal ini bukan sekadar proyek biasa, melainkan bentuk komitmen nyata untuk mewujudkan transparansi dan keterbukaan informasi publik.
"Harapan kami sederhana tapi mendasar," ujar Menteri Agus dalam siaran persnya, Jumat (21/11/2025). "Dengan informasi yang terbuka dan data yang berkualitas, partisipasi masyarakat bisa terdorong. Pada akhirnya, kepercayaan publik terhadap kinerja kementerian kami pun akan semakin kuat."
Menurutnya, keterbukaan informasi adalah instrumen vital. Ia memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan di bidang imigrasi dan pemasyarakatan. Karena itulah, Kemenimipas aktif dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik yang digelar oleh KIP. Hasil dari rangkaian Monev inilah yang akan menentukan peringkat Badan Publik secara nasional.
Kabarnya, progres mereka cukup menggembirakan. Hingga saat ini, Kemenimipas disebut telah berhasil melangkah hingga ke tahap Uji Publik. Ini adalah tahap terakhir sebelum sebuah institusi meraih predikat dalam keterbukaan informasi publik.
Di sisi lain, komitmen kementerian ini juga tertuju pada program prioritas nasional. Menteri Agus memastikan Kemenimipas mendukung penuh Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Program Terbaik Hasil Cepat (PHTC). Dukungan ini tak hanya di atas kertas, melainkan diwujudkan dalam 13 Program Akselerasi yang dicanangkan oleh sang menteri.
Artikel Terkait
Bupati Tulungagung Ditahan KPK Terkait Dugaan Pemerasan
Kapolda Riau Serukan Kewajiban Moral Kolektif dalam Festival Seni Konservasi Gajah
12 Pejabat Tulungagung Diperiksa KPK di Jakarta, Termasuk Adik Bupati
KPK Tetapkan Bupati Tulungagung Tersangka, Sita Uang Rp335 Juta dan Sepatu Louis Vuitton Rp129 Juta