Di sisi lain, situasi di kawasan Karibia juga sedang memanas. Sejak Agustus lalu, Washington diketahui telah menempatkan kekuatan militer yang signifikan di sana, termasuk enam kapal perang. Secara resmi, kehadiran ini diklaim untuk memerangi perdagangan narkoba yang menuju AS.
Namun begitu, spekulasi justru berkembang ke arah lain. Banyak yang menduga bahwa Washington sebenarnya sedang mempertimbangkan intervensi militer terhadap Venezuela, khususnya untuk menekan Presiden Nicolas Maduro. Dugaan ini makin kuat dengan kedatangan kapal induk USS Gerald R Ford kapal induk terbesar di dunia ke perairan Karibia, yang letaknya tidak jauh dari Venezuela.
Komando Selatan AS atau SOUTHCOM, yang bertugas mengawasi operasi militer di Amerika Latin dan Karibia, mengonfirmasi hal ini. Mereka menyatakan bahwa Satuan Tempur kapal induk USS Gerald R Ford telah memasuki wilayah tanggung jawabnya.
Dalam sebuah pengumuman pada Minggu (16/11), SOUTHCOM menjelaskan bahwa kapal induk beserta armadanya telah bergerak masuk ke Laut Karibia, di utara daratan Venezuela. Langkah ini, menurut mereka, dilakukan sebagai bagian dari perintah Trump untuk "membubarkan Organisasi Kriminal Transnasional dan melawan terorisme narkotika dalam membela tanah air".
Satuan tempur tersebut bukan main-main. Selain kapal induk tercanggih dan terbesar tadi, armada ini juga terdiri dari dua kapal penghancur yang dilengkapi rudal berpemandu, ditambah sejumlah kapal pendukung dan pesawat militer lainnya. Sebuah pertunjukkan kekuatan yang sulit untuk diabaikan.
Artikel Terkait
Pemprov DKI Siap Renovasi Total Museum MH Thamrin Jadi Ikon Baru Jakarta
Manchester City Hancurkan Chelsea 3-0, Perburuan Gelar Premier League Makin Sengit
Chelsea Hadapi Manchester City di Stamford Bridge, Tekanan Besar untuk Perburuan Poin
Manchester City Hancurkan Chelsea 3-0 di Stamford Bridge