Kaesang Pacu Kader PSI Sulteng: Kita Tahu Cara Jadi Juara

- Jumat, 21 November 2025 | 00:40 WIB
Kaesang Pacu Kader PSI Sulteng: Kita Tahu Cara Jadi Juara

Udara di Grand Sya Hotel Palu terasa berbeda Rabu (19/11/2025) itu. Kaesang Pangarep, sang Ketua Umum PSI, hadir membuka Rapat Koordinasi Wilayah partainya di Sulawesi Tengah. Agenda ini bukan sekadar formalitas belaka. Kaesang menekankan, momen ini adalah konsolidasi besar untuk menghadapi pertarungan politik yang akan datang.

Di hadapan ratusan kader, suara Kaesang terdengar jelas. "Saya minta tolong kepada seluruh jajaran pengurus DPW, DPD, DPC, agar struktur dibuat sebaik mungkin," ujarnya. Permintaan itu disampaikan dengan nada serius. Bagi Kaesang, kekuatan partai tidak boleh bergantung pada figur saja. Yang lebih penting adalah soliditas organisasi hingga ke tingkat paling bawah, ke akar rumput.

Namun begitu, ada optimisme yang terpancar. Bergabungnya Ahmad Ali, mantan Waketum NasDem yang kini menjabat Ketua Harian DPP PSI, dianggap membuka peluang baru. Kaesang pun tak ragu menyatakan keyakinannya. "Saya yakin PSI akan menang di Sulawesi Tengah," katanya penuh keyakinan.

Pernyataan Kaesang seolah disambut oleh Ahmad Ali yang tampil setelahnya. Dengan gaya bicaranya yang khas, Ali menyuntikkan semangat juang. "Kita tahu cara merebut kemenangan. Saya tidak perlu mengajari kalian, karena kalian adalah barisan yang pernah memenangkan pertandingan itu pada 2015," ujarnya mengingatkan jejak kemenangan masa lalu.

Ali melanjutkan dengan nada lebih tegas. "Kemenangan itu tidak akan datang sendiri kecuali kita perebutkan. Mereka yang di luar sana ingin mengambil kemenangan itu, tapi kita adalah juara. Kita tahu cara menjadi juara," tegasnya. Kata-katanya menggugah, menyiratkan pengalaman lapangan yang tak diragukan lagi.

Rakorwil yang dihadiri 700 peserta ini juga menjadi momen penting bagi struktur organisasi. Dilakukan pelantikan pengurus DPW PSI dan 13 DPD kabupaten/kota. Sebuah langkah konkret menuju penguatan yang diminta Kaesang dari awal.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar