Modus Ancam-Peras yang Menjijikkan
Kasus ini bermula dari laporan seorang korban berinisial HFS. Meski utangnya sudah lunas dibayar pada November 2022, ancaman justru terus berdatangan. Lewat SMS, WhatsApp, hingga media sosial, pelaku tak henti meneror. Alhasil, HFS sampai membayar berkali-kali dan total kerugiannya membengkak mencapai Rp 1,4 miliar.
Teror itu memuncak pada Juni 2025. Bukan cuma ke HFS, ancaman juga dikirim ke saudara-saudaranya. Korban pun merasa malu dan mengalami gangguan psikis. Modusnya licik: pelaku menggabungkan kata-kata dengan angka dalam ancamannya agar sulit diblokir.
Tapi itu belum seberapa. Yang lebih keterlaluan, pelaku sampai berani mengirim foto wanita telanjang yang wajahnya dimanipulasi menjadi foto korban. Foto tak senonoh itu disebar ke korban dan keluarganya. Benar-benar tak ada ampun.
Artikel Terkait
Badan Gizi Nasional Tangguhkan 47 SPPG Temukan Makanan Tak Layak
Zelensky Bantah Klaim Rusia Soal Tawaran Senjata Nuklir dari Inggris dan Prancis
Taman Kota Cawang Diduga Jadi Lokasi Praktik Asusila, Akses Gelap Ditutup
Mudik Lebaran Dimulai Lebih Awal, Stasiun Gambir Ramai Pemudik