Di Kyiv, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dengan tegas membantah klaim Rusia. Ia menyatakan tidak pernah menerima tawaran senjata nuklir dari Inggris atau Prancis. Meski begitu, dalam nada yang sedikit ironis, Zelensky mengakui bahwa jika tawaran semacam itu benar-benar datang, ia akan menerimanya.
“Dengan senang hati, tetapi saya tidak menerima tawaran apa pun. Namun, dengan senang hati,” ujarnya.
Pernyataan itu ia sampaikan dalam sebuah wawancara dengan Sky News, Sabtu lalu. Tanggapannya langsung dan tanpa basa-basi: “Tidak, itu tidak terjadi.”
Di sisi lain, tuduhan dari Moskwa sudah bergulir sejak awal pekan. Dinas Intelijen Luar Negeri Rusia bersikeras bahwa London dan Paris secara aktif berupaya menyediakan bom nuklir untuk Kyiv. Menurut badan intelijen itu, kedua negara Eropa tersebut percaya bahwa senjata pemusnah massal akan memberi keunggulan bagi Ukraina di meja perundingan.
Perang yang sudah berlarut-larut ini, ingat, kini memasuki tahun kelima. Suasana menjelang perundingan damai yang dimediasi AS pun terasa semakin tegang.
Zelensky sendiri melihat tuduhan nuklir ini sebagai bagian dari strategi tekanan Rusia. Saat berdiri bersama Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Store dalam sebuah konferensi pers di ibu kota Ukraina, ia kembali menolak semua klaim tersebut. Baginya, ini adalah permainan naratif yang berbahaya di saat yang kritis.
Artikel Terkait
Karyawan Minimarket Bobol Brankas Rp52 Juta, Habiskan untuk Judi Online dalam 3 Jam
Bareskrim Gagalkan Penyelundupan Puluhan Ton Bawang di Pontianak
Ratusan Kapal Nelayan Cirebon Menganggur Akut Akibat Kelangkaan Solar
Petugas Jakarta Barat Dapat Apresiasi Rp 25 Ribu per Kg dan Jalan ke Ancol Atas Penangkapan Ikan Sapu-Sapu