Karena itu, harapannya sederhana: para pengunjung tidak hanya terpukau pada produk internasional, tapi juga memberi perhatian lebih pada karya lokal. Dukungan daerah, dalam pandangannya, punya peran krusial bagi perkembangan kerajinan nasional.
Tri juga menambahkan satu hal penting. Melalui fashion atau produk kreatif lainnya, kolaborasi dengan negara lain bisa jadi sumber inspirasi. Bukan untuk menjiplak, tapi untuk memperkaya khazanah kreativitas.
Yang tak kalah penting, ia menegaskan, kepercayaan diri dalam berkarya adalah kunci. Dengan itu, produk Indonesia bisa jadi tren dan digemari masyarakat. “Ini wadah yang baik untuk para UMKM untuk dikenal masyarakat dan juga mempromosikan produknya,” pungkasnya. Wadah yang membuka peluang, sekaligus membangun rasa percaya diri.
Artikel Terkait
Purbaya Balas Candaan Tito: Saya Ngambek Kalau Dana Bencana Tak Digunakan
Kemenkeu Beri Pendampingan Hukum untuk Pejabat Pajak yang Terjerat OTT KPK
Dewan Keamanan PBB Gelar Sidang Darurat, Bahas Serangan Rusia yang Lumpuhkan Pemanas Kyiv
DPR Serahkan Eksekusi Rehabilitasi Pascabencana Sumatera ke Satgas Tito