Menurut keterangan Samsul, salah seorang warga yang menyaksikan kejadian, insiden ini terjadi sekitar pukul 18.00 WIB. Menjelang kejadian, wilayah Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro telah diguyur hujan yang disertai material debu vulkanik. Pihak berwenang sebelumnya telah menutup akses melintasi Jembatan Gladak Perak sebagai langkah antisipasi bahaya erupsi.
"Korban sudah dilarang melintasi jembatan karena dari kejauhan terlihat jelas luncuran awan panas guguran dari erupsi Gunung Semeru yang mengalir ke sungai di bawah jembatan. Namun, mereka tampaknya tidak mendengar peringatan atau memaksa untuk terus melintas," ujar Samsul.
Faktor cuaca yang didominasi kabut tebal dan jarak pandang terbatas diduga menjadi penyebab korban tidak dapat melihat secara jelas bahaya yang mengancam. Meskipun telah mendapat peringatan dari warga setempat, kedua korban tetap nekat melanjutkan perjalanan.
Hingga berita ini diturunkan, kedua korban masih menjalani perawatan intensif di puskesmas setempat. Insiden ini mengingatkan pentingnya kewaspadaan dan kepatuhan terhadap protokol keselamatan saat berada di kawasan rawan bencana, khususnya selama periode aktivitas vulkanik yang meningkat.
Artikel Terkait
Iran Klaim Serang 27 Pangkalan AS dan Sasaran Israel di Tengah Eskalasi
Presiden Iran Sumpah Balas Dendam Usai Khamenei Tewas dalam Serangan AS-Israel
Ramadan Ubah Jam Kerja di Belasan Negara, Termasuk yang Non-Muslim Mayoritas
Iran Serang Dubai, Bandara Tersibuk Dunia Alami Kerusakan