- Fakir miskin
- Perempuan rentan
- Korban kekerasan
- Penyandang disabilitas
- Lansia terlantar
- Warga komunitas adat terpencil
- Korban bencana
Terobosan Sistem Data Nasional
Di bidang data sosial, Gus Ipul menyoroti perkembangan signifikan DTSEN yang berhasil menghadirkan satu data nasional yang dipakai secara seragam oleh seluruh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.
"Sebelumnya setiap kementerian punya data sendiri-sendiri. Warna ego sektoral sangat kuat," ujar Gus Ipul.
Kini seluruh pihak wajib merujuk pada DTSEN yang dikelola Badan Pusat Statistik (BPS), dengan data yang disajikan dalam bentuk desil 1 sampai desil 10 untuk memudahkan analisis kondisi individu dan keluarga.
Mekanisme Pemutakhiran Data
Untuk memastikan data tetap mutakhir, Kemensos membuka dua jalur pemutakhiran:
- Jalur formal melalui struktur RT/RW hingga pemerintah daerah
- Jalur partisipatif melalui SIKS-NG, aplikasi Cek Bansos, ground check pendamping sosial, Call Center 021-171, dan WA Center yang mulai beroperasi bulan depan
Transformasi Sistem Perlindungan Sosial
Dalam penyaluran perlindungan sosial, Kemensos menerapkan alur berjenjang dimulai dari keluarga desil 1-4 yang menerima bansos dan PBI JKN, kemudian diarahkan menuju rehabilitasi sosial, dan dilanjutkan pada tahap pemberdayaan.
Menyikapi banyak keluarga yang menerima bansos hingga 10-18 tahun tanpa peningkatan signifikan, Gus Ipul mengungkapkan Presiden Prabowo memberikan perhatian khusus untuk menyeimbangkan bantuan sosial dengan pemberdayaan, termasuk melalui pembentukan Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat.
Laporan: Tim Jurnalis Kemensos
Editor: Bidang Informasi Publik
Artikel Terkait
Paus Leo XIV Soroti Luka Gereja: Pintu Tak Boleh Tertutup bagi Korban
Ahli Geologi Turun Tangan Selidiki Lubang Ajaib di Sawah Pombatan
Banjir Setinggi Pinggang Rendam Tiga Desa di Probolinggo
Asap Mesin Penghancur Batu Tewaskan Empat Penambang di Badakhshan