"Kami berterima kasih atas program-program Kementerian Kebudayaan yang terus mengedukasi dan memperteguh jati diri bangsa. Satu hal yang ingin kami titipkan adalah terkait pelestarian qasidah. Di kampung-kampung, setiap ada kegiatan keagamaan selalu ada qasidah. Namun, kini mulai bergeser dan karena itu kami ingin qasidah dicatat sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia," ujar Jazilul.
Jazilul juga menjelaskan bahwa LASQI akan menggelar Lasqi Nusantara Fest 2025 pada awal Desember di Lapangan Tegar Beriman Bogor. Acara itu akan menghadirkan sekitar 10.000 penyanyi dan grup qasidah dari seluruh Indonesia.
"Qasidah ini bagian dari seni kebangsaan, bukan hanya milik umat Islam. Kami ingin menghidupkan kembali qasidah secara lebih serius," katanya.
Festival Qasidah Nasional Digelar di Bogor
Ketua DPD LASQI Kabupaten Bogor, Lukmanudin Ar Rasyid, menyebut festival akan berlangsung di beberapa lokasi, termasuk Lapangan Tegar Beriman dan Auditorium Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor. Rangkaian kegiatan meliputi Festival Qasidah Rebana Klasik, Festival Bintang Vokalis Gambus, Festival Pop Religi, hingga Festival Qasidah Kontemporer.
Selain itu, ada pemecahan rekor MURI menyanyikan lagu qasidah terbanyak, Lasqi Nusantara Expo, serta Rapimnas yang akan menjadi forum untuk mengusulkan qasidah sebagai WBTB Indonesia.
Dalam audiensi ini, Kementerian Kebudayaan membuka peluang kolaborasi dengan LASQI melalui sejumlah program seperti Dana Indonesiana, Belajar Bersama Maestro, Gerakan Seniman Masuk Sekolah, serta integrasi qasidah dalam ekosistem seni yang sedang dikembangkan pemerintah.
Audiensi turut dihadiri Sekretaris Ditjen Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Judi Wahjudin; Direktur Sejarah dan Permuseuman Agus Mulyana; serta pengurus LASQI dari tingkat pusat hingga daerah.
Artikel Terkait
Gubernur DKI Soroti Tawuran Berulang di Manggarai: Kami Duga Ada yang Membenturkan
Habiburokhman Bantah Kritik KUHP Baru: Banyak Penggugat Tak Paham Isi Lengkapnya
Bus Hangus di Tol Jakarta-Cikampek, Lalu Lintas Tersendat 2 Kilometer
Nadiem Bantah Dakwaan Korupsi: Kekayaan Saya dari Saham GoTo, Bukan Uang Negara