Tiga ABK Indonesia Hilang Usai Ledakan Kapal Tugboat di Selat Hormuz

- Minggu, 08 Maret 2026 | 18:55 WIB
Tiga ABK Indonesia Hilang Usai Ledakan Kapal Tugboat di Selat Hormuz

Asap tebal dan kobaran api masih membayangi ingatan. Kapal tugboat Musaffar 2, yang berbendera Uni Emirat Arab, dilaporkan mengalami ledakan hebat sebelum akhirnya terbakar dan tenggelam di perairan Selat Hormuz. Peristiwa nahas itu terjadi pada Kamis dini hari, tepatnya pukul dua, di perairan yang memisahkan UEA dan Oman. Hingga kini, nasib tiga anak buah kapal berkewarganegaraan Indonesia masih gelap. Mereka hilang, dan pencarian terus digenjot.

Menurut sejumlah saksi, ledakan itu datang tiba-tiba. Kapal pun langsung dilalap si jago merah dan akhirnya karam. Otoritas setempat dari kedua negara masih menyelidiki apa pemicu pasti dari insiden ini.

Heni Hamidah, Pelaksana Tugas Direktur Perlindungan WNI di Kemlu RI, membeberkan kronologinya. “Insiden terjadi di Selat Hormuz, di antara perairan PEA dan Oman tanggal 6 Maret 2026 sekitar pukul 02.00 waktu setempat,” jelasnya pada Minggu (8/3).

Dia menambahkan, kapal itu mengangkut tujuh awak dengan beragam kewarganegaraan: Indonesia, India, dan Filipina. Dari jumlah itu, empat orang berhasil selamat. Sayangnya, tiga lainnya masih dinyatakan hilang dan terus dicari.

“Berdasarkan informasi yang kami terima, khusus untuk empat ABK WNI, satu selamat dan sedang dirawat karena luka bakar di sebuah rumah sakit di Kota Khasab, Oman,” ujar Heni.

“Sedangkan tiga WNI lainnya, upaya pencarian masih terus dilakukan sekuat tenaga oleh otoritas di lapangan,” sambungnya.

Ada satu informasi lain. Ternyata, ada seorang WNI lain yang saat kejadian berada di kapal berbeda. Orang ini dilaporkan selamat dan tidak mengalami cedera berarti.

Di sisi lain, respons dari perwakilan Indonesia di luar negeri cukup cepat. KBRI Abu Dhabi dan KBRI Muscat langsung turun tangan. Mereka berkoordinasi secara intens dengan pihak berwenang setempat dan perusahaan pemilik kapal, Safeen Prestige.

“Saat ini KBRI Abu Dhabi dan KBRI Muscat secara intensif berkoordinasi dengan otoritas setempat dan perusahaan,” bunyi keterangan pers dari Kedutaan Besar Indonesia di Abu Dhabi.

Mereka fokus pada tiga hal: mencari ketiga WNI yang hilang, memastikan perawatan yang terbaik bagi korban selamat, serta memberikan informasi terbaru kepada keluarga yang menunggu di tanah air.

Tak hanya pendampingan, pemerintah juga mendesak agar investigasi digelar secara menyeluruh. Mereka ingin kejelasan soal penyebab ledakan yang merenggut nyawa dan menghilangkan rekan-rekan tersebut.

“Perwakilan RI juga mendorong penyelidikan menyeluruh atas insiden ini,” tegas pernyataan itu.

Korban selamat, termasuk satu WNI, telah dievakuasi ke Abu Dhabi per 7 Maret. Tim KBRI sudah menjenguk dan memberikan pendampingan konsuler yang diperlukan. Perjalanan masih panjang. Harapan untuk menemukan ketiga ABK yang hilang masih menyala, meski situasinya tak mudah. Semua pihak terus bekerja, menanti kabar baik di tengah lautan yang gelap.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini