Pencarian Korban Longsor Cilacap Diperkuat dengan Lima Metode Canggih
Operasi pencarian korban tertimbun tanah longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Cilacap, memasuki hari kelima. Tim SAR gabungan kembali melanjutkan upaya evakuasi dengan mengerahkan lima metode berbeda untuk memaksimalkan proses pencarian di dua lokasi terdampak, yaitu Dusun Tarukahan dan Dusun Cibuyut.
Kepala Kantor SAR Cilacap, Muhamad Abdullah, menjelaskan bahwa kelima metode tersebut meliputi penggunaan drone thermal, pengerahan anjing pelacak, pengoperasian pompa air, ekstrikasi modern dan manual, serta dukungan alat berat. Kombinasi berbagai teknologi ini diharapkan dapat mempercepat penemuan korban.
Area pencarian tetap dibagi menjadi empat sektor kerja, yaitu Worksite A1 dan A2 di Dusun Cibuyut serta Worksite B1 dan B2 di Dusun Tarukahan. Pembagian zona ini memungkinkan proses pencarian dilakukan secara lebih sistematis dan menyeluruh.
Faktor cuaca turut menjadi perhatian dalam operasi ini. Abdullah menyampaikan bahwa BNPB telah melakukan modifikasi cuaca yang terbukti efektif mencegah hujan di sekitar lokasi bencana sejak hari sebelumnya. Kondisi cuaca cerah pada hari pencarian ini diharapkan dapat mendukung kelancaran operasi SAR secara optimal.
Dengan diterapkannya berbagai metode canggih dan kondisi cuaca yang mendukung, proses pencarian sepuluh korban yang masih tertimbun material longsor diharapkan dapat segera membuahkan hasil.
Artikel Terkait
Prabowo dan Putin Bahas Kemitraan Strategis Indonesia-Rusia di Kremlin
Mantan Hakim Konstitusi Anwar Usman Pingsan di Acara Purnabaktinya
Konektivitas Jalan Nasional dan Tol Terjaga Saat Mudik 2026, Kesenjangan di Kawasan Timur Jadi Tantangan
Kecelakaan Maut di Jalan Bomang, Satu Pengendara Motor Tewas