Lebih lanjut, Menlu Sugiono menekankan bahwa keputusan final mengenai pengiriman pasukan perdamaian masih menunggu hasil koordinasi lebih lanjut. "Semua langkah masih dalam tahap koordinasi menyeluruh," tambahnya.
Inisiatif pengiriman pasukan perdamaian ini pertama kali diumumkan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa. Dalam pidatonya, Presiden menegaskan kesiapan Indonesia berkontribusi dalam misi perdamaian dunia.
"Indonesia siap mengerahkan kontingen perdamaian hingga 20.000 personel untuk mendukung operasi pemeliharaan perdamaian di berbagai wilayah konflik, termasuk Gaza dan Ukraina, sesuai keputusan PBB," tegas Presiden Prabowo dalam forum internasional tersebut.
Artikel Terkait
Brimob Polda Metro Jaya Gelar Tadarus dan Bagikan Takjil di Ramadan
Trump Klaim Kemenangan Ekonomi dan Keamanan di Pidato Negara, Kongres Terbelah dan Ricuh
Anggaran dan Kualitas Menu Makanan Bergizi Gratis Ramadan Dipertanyakan, BGN Beri Penjelasan
Serangan Udara Myanmar Tewaskan Belasan Warga Sipil di Pasar Rakhine