Lebih lanjut, Menlu Sugiono menekankan bahwa keputusan final mengenai pengiriman pasukan perdamaian masih menunggu hasil koordinasi lebih lanjut. "Semua langkah masih dalam tahap koordinasi menyeluruh," tambahnya.
Inisiatif pengiriman pasukan perdamaian ini pertama kali diumumkan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa. Dalam pidatonya, Presiden menegaskan kesiapan Indonesia berkontribusi dalam misi perdamaian dunia.
"Indonesia siap mengerahkan kontingen perdamaian hingga 20.000 personel untuk mendukung operasi pemeliharaan perdamaian di berbagai wilayah konflik, termasuk Gaza dan Ukraina, sesuai keputusan PBB," tegas Presiden Prabowo dalam forum internasional tersebut.
Artikel Terkait
Remaja Magelang Hilang Usai Pendakian Singkat di Gunung Slamet
Gempa 5,4 SR Guncang Tual Dini Hari, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Badai Gaza: Hujan Deras Menguak Tragedi Kemanusiaan yang Semakin Parah
Prabowo Teken UU Penyesuaian Pidana, Hukum Kolonial Resmi Ditinggalkan