Bencana Pergerakan Tanah Landa Dua Dusun di Ciamis, Ratusan Warga Mengungsi
Hujan deras yang tak henti mengguyur Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis, memicu bencana pergerakan tanah di Desa Payungagung. Kejadian ini memaksa ratusan penduduk setempat untuk meninggalkan rumah mereka dan mencari tempat pengungsian yang lebih aman.
Berdasarkan laporan dari pihak setempat, pergerakan tanah pertama kali terdeteksi pada hari Senin, 10 November 2025, sekitar pukul 15.00 WIB. Hingga kini, tanah masih terus bergerak dan retakan yang terjadi dilaporkan semakin meluas, mengancam lebih banyak pemukiman warga.
Dampak Kerusakan di Dua Dusun
Bencana alam ini terutama melanda dua wilayah dusun, yaitu Dusun Limusagung dan Dusun Pamekaran. Keterangan dari Kepala Desa Payungagung, Muhamad Haris Nasution, memberikan gambaran jelas tentang besarnya dampak yang terjadi.
Kondisi di Dusun Limusagung
Di Dusun Limusagung, tercatat dua unit rumah mengalami kerusakan dengan kategori berat dan sedang. Akibatnya, dua kepala keluarga atau setara dengan enam jiwa harus menanggung dampak langsung dari bencana ini.
Kondisi di Dusun Pamekaran
Sementara itu, dampak yang lebih parah terjadi di Dusun Pamekaran. Sebanyak 47 unit rumah terdampak dengan rincian kerusakan sebagai berikut:
- 8 rumah mengalami kerusakan berat.
- 5 rumah mengalami kerusakan sedang.
- 34 rumah mengalami kerusakan ringan.
Total, terdapat 57 kepala keluarga atau 158 jiwa yang rumahnya terdampak langsung dari pergerakan tanah di dusun ini.
Ancaman dan Upaya Pengungsian
Selain rumah yang sudah rusak, ancaman masih membayangi. Laporan terbaru menyebutkan tujuh rumah tambahan serta satu bangunan masjid juga terancam akibat retakan tanah yang terus berkembang. Sebagai langkah antisipasi, sebanyak 68 kepala keluarga yang terdiri dari 191 jiwa dari kedua dusun telah dievakuasi ke lokasi yang dinilai lebih aman. Sebagian besar pengungsi saat ini tinggal sementara di rumah kerabat, keluarga, atau menempati gedung madrasah yang tersedia.
Pergerakan tanah di Ciamis ini menjadi pengingat akan meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi. Masyarakat dihimbau untuk selalu waspada terhadap perkembangan cuaca dan kondisi tanah di sekitar tempat tinggal mereka.
Artikel Terkait
Karyawan Minimarket Bobol Brankas Rp52 Juta, Habiskan untuk Judi Online dalam 3 Jam
Bareskrim Gagalkan Penyelundupan Puluhan Ton Bawang di Pontianak
Ratusan Kapal Nelayan Cirebon Menganggur Akut Akibat Kelangkaan Solar
Petugas Jakarta Barat Dapat Apresiasi Rp 25 Ribu per Kg dan Jalan ke Ancol Atas Penangkapan Ikan Sapu-Sapu