Ancaman Penyusupan bagi Gerindra
Ginting memperingatkan bahwa masuknya Projo bisa menjadi ancaman serius bagi Gerindra. Dalam jangka menengah, Budi Arie diduga disusupkan untuk memproyeksikan Gibran sebagai calon presiden 2029 atau bahkan lebih cepat jika terjadi perubahan kondisi politik.
Projo berperan sebagai sayap loyalis Jokowi-Gibran yang menyiapkan transisi kekuasaan di Gerindra, sekaligus memperkuat posisi Jokowi sebagai king maker informal. Beberapa pengurus Gerindra bahkan sudah menyatakan penolakan terhadap kehadiran Projo karena dianggap sebagai penumpang gelap politik.
Fenomena Relawan dan Dampaknya bagi Demokrasi
Analisis ini juga mengkritisi fenomena relawan yang menjadi kekuatan politik signifikan sejak 2014. Keberadaan relawan dinilai menjadi salah satu faktor yang menurunkan indeks demokrasi Indonesia.
Berbeda dengan partai politik yang memiliki struktur akuntabilitas publik, relawan beroperasi tanpa akuntabilitas finansial dan politik yang jelas. Mereka bebas berpindah loyalitas tanpa konsekuensi karena orientasinya lebih pada kekuasaan dan pragmatisme daripada ideologi.
Pertarungan Master Politik Jawa
Meski demikian, Prabowo dinilai tidak sembarangan menerima Projo. Ada strategi politik canggih di balik keputusan ini. Yang terjadi adalah pertarungan dua master politik Jawa yang bermain dengan cara halus penuh simbol, bukan konfrontasi langsung.
Jokowi melakukan infiltrasi hingga ke jantung kekuasaan, sementara Prabowo mencoba mengendalikan infiltrasi tersebut dengan menarik Projo ke dalam kendalinya. Elektabilitas Gerindra yang kini diprediksi melampaui 30 persen menjadi pertaruhan besar jika langkah ini gagal dikelola dengan baik.
Artikel Terkait
Prabowo Blusukan ke Bantaran Rel Senen, Mengingatkan Tradisi Penyamaran Soekarno
Kepatuhan LHKPN DPR Terendah, Hanya 55,14% yang Lapor
Gubernur Malut Kunjungi Makassar untuk Pelajari Strategi Peningkatan PAD dan Pengendalian Inflasi
Ramadhan Sananta Dihujat Rasis Usai Laga, Gelombang Kecaman Bergulir