Ledakan SMAN 72 Kelapa Gading: Polisi Temukan Serbuk Bahan Peledak di Rumah Terduga Pelaku

- Sabtu, 08 November 2025 | 20:40 WIB
Ledakan SMAN 72 Kelapa Gading: Polisi Temukan Serbuk Bahan Peledak di Rumah Terduga Pelaku
Ledakan SMAN 72 Kelapa Gading: Polisi Geledah Rumah Terduga Pelaku dan Temukan Serbuk Bahan Peledak

Ledakan SMAN 72 Kelapa Gading: Polisi Geledah Rumah Terduga Pelaku

Kepolisian telah melakukan penggeledahan di rumah terduga pelaku di balik insiden ledakan di Masjid SMAN 72, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Penggeledahan ini merupakan bagian dari proses penyelidikan yang sedang intensif dilakukan.

Proses Penyidikan Ledakan SMAN 72

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Bhudi Hermanto, menjelaskan bahwa rangkaian penyelidikan dimulai dari sterilisasi, pemeriksaan, olah TKP, hingga pengumpulan barang bukti. Langkah penggeledahan rumah terduga pelaku dilakukan setelah menemui titik terang.

Budhi menegaskan bahwa pihaknya telah menemukan kesesuaian antara beberapa barang bukti yang ditemukan di lokasi ledakan dengan yang ada di rumah terduga pelaku. Analisis mendalam masih terus dilakukan oleh satuan kerja seperti Densus 88.

Temuan Serbuk Diduga Bahan Peledak

Dalam penggeledahan tersebut, polisi menemukan serbuk yang diduga kuat merupakan bahan untuk membuat peledak. Bhudi Hermanto menyatakan bahwa identifikasi dan uji laboratorium diperlukan untuk memastikan jenis dan fungsi serbuk tersebut secara detail.

Pemeriksaan Media Sosial dan Keluarga

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa penyelidikan juga mencakup pemeriksaan terhadap media sosial dan keterangan dari keluarga terduga pelaku. Hal ini dilakukan untuk mengumpulkan informasi yang komprehensif terkait motif dan pelaku ledakan di sekolah tersebut.

Selain serbuk, polisi juga mengamankan bukti pendukung lainnya seperti catatan atau tulisan. Kapolri menekankan bahwa proses investigasi membutuhkan ketelitian dan waktu yang tidak sebentar untuk memastikan keakuratan hasil.

Insiden ledakan di lingkungan SMAN 72 Kelapa Gading ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum diverifikasi kebenarannya.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar