Kerumunan puluhan ribu orang memadati Stadion Gajayana, Malang, Minggu (8/2) lalu. Suasana hangat dan khidmat menyelimuti acara Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama. Di tengah lautan warga Nahdliyin itu, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato yang mengingatkan kembali pada mandat konstitusionalnya.
Prabowo menegaskan, tugas utamanya adalah melindungi seluruh rakyat Indonesia. Tapi perlindungan itu tak cuma soal ancaman fisik semata. Baginya, kemiskinan dan kelaparan adalah ancaman nyata yang juga harus dihadapi.
"Saya terima tugas tersebut, saya terima mandat tersebut," ujarnya dengan tegas.
Lalu ia melanjutkan, "Dan saya mengartikan bahwa melindungi segenap tumpah darah, artinya melindungi rakyat Indonesia dari semua ancaman. Dari ancaman fisik, dari ancaman kemiskinan, dari ancaman kelaparan, dari ancaman pelayanan-pelayanan kesehatan, dari ancaman ketidaktersediannya pendidikan yang terbaik untuk rakyat Indonesia."
Pernyataan itu, dilansir Antara, sekaligus menjadi penegasan bahwa kesejahteraan rakyat lewat pengelolaan kekayaan nasional yang adil adalah tanggung jawab penuhnya.
Namun begitu, jalan menuju keadilan itu tak mudah. Presiden menyoroti sebuah tantangan besar yang selama ini menggerogoti: kebocoran kekayaan negara. Menurut data yang ia pelajari, kekayaan alam Indonesia yang melimpah ruah itu belum sepenuhnya bisa dinikmati oleh rakyat kecil. Penyebabnya? Korupsi, manipulasi, dan aksi segelintir oknum yang membawa aset bangsa keluar negeri.
Artikel Terkait
Kemensos Salurkan Rp700 Miliar Bantuan Tahap Pertama untuk Korban Bencana di Sumatera
Pemerintah Batalkan Wacana Belajar dari Rumah, Siswa Tetap Sekolah
TVRI Siap Siarkan Laga Persahabatan Internasional Sambut Piala Dunia 2026
Normalisasi Lalu Lintas Trans Jawa Dimulai, Sistem One Way Dihentikan Bertahap