Publik kembali diingatkan untuk tidak mudah percaya dengan janji-janji kosong. Seorang bendahara hanya memiliki nota dan stempel tanda lunas, bukan kekuatan nyata untuk melakukan perubahan. Bahkan jika sempat menunjukkan "taring", itu hanyalah ilusi yang akan rontok sebelum sempat menggigit.
Fakta yang perlu disadari adalah kita masih berada dalam rezim oligarki. Mustahil mengharapkan perubahan sistem dari pemimpin yang justru merupakan bagian dari oligarki itu sendiri. Bagaimana mungkin jeruk memakan jeruk?
Mayoritas masyarakat Indonesia tampaknya belum belajar dari pengalaman. Terus menjadi sasaran empuk bagi permainan pencitraan politik. Setelah sepuluh tahun tertipu, masih saja percaya dengan aksi-akrobatik politik yang hanya menyajikan hiburan semata.
Meski seharusnya berada dalam masa hening, namun tangan ini gemas untuk menulis kritik. Hakdesssss...
(Jlitheng Suparman)
Artikel Terkait
BMKG Prakirakan Hujan Seharian di Makassar dan Sekitarnya pada Kamis
Mudik Gratis Jakarta 2026 Dibuka untuk Warga Non-DKI, Pendaftaran Dikelompokkan Berdasarkan Tujuan
Mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin Wafat di Jakarta
Mahfud MD: Korupsi dan Pengelolaan Program Pemerintah yang Tidak Profesional Juga Pelanggaran HAM