Namun, Iran membuktikan diri sebagai lawan yang berbeda. Meski sejumlah perwira tinggi militernya gugur, transisi kepemimpinan militer berjalan sangat cepat dan terukur. Iran tidak lumpuh, justru membalas dengan serangan yang tidak terduga. Serangan balasan Iran dilaporkan menghantam Tel Aviv dan Haifa, menembus sistem pertahanan udara Israel yang diandalkan. Perang yang diperkirakan akan berlangsung singkat justru memasuki hari-hari panjang, dengan Iran terus meluncurkan roket tanpa tanda-tanda kehabisan amunisi. Situasi ini memaksa AS untuk turun tangan secara langsung.
Perang dinyatakan berakhir dalam 12 hari, namun AS dan Israel tidak dapat mengklaim kemenangan mutlak. Iran tetap berdiri tegak. Yang lebih mengejutkan dunia, Ayatullah Khamenei yang berusia 86 tahun justru terlihat segar bugar dan tetap menghadiri berbagai acara terbuka dengan senyum percaya diri, menunjukkan ketangguhan mental dan fisik yang luar biasa.
Menyikapi kegagalan AS tersebut, Ayatullah Khamenei memberikan pernyataan yang menusuk, "Amerika selalu salah dalam menilai Iran….". Pernyataan ini bukan hanya sekadar sindiran, tetapi juga penegasan bahwa kekuatan Iran terletak pada persiapan, strategi, dan soliditas yang sering diremehkan oleh musuh-musuhnya.
Artikel Terkait
Pemprov Sulsel Tegaskan Anggaran Sewa Helikopter Rp 2 Miliar Belum Direalisasi
Arus Balik Lebaran 2026 Resmi Berakhir, 3,38 Juta Kendaraan Masuk Jabotabek
Kebocoran Diduga Picu Ledakan dan Kebakaran di SPBE Cimuning Bekasi
Aturan Larangan Ponsel di Sekolah Makassar Picu Pro-Kontra di Kalangan Siswa