Krisis Kelaparan Sudan Selatan 2026: 7.56 Juta Jiwa Terancam Paceklik

- Rabu, 05 November 2025 | 05:50 WIB
Krisis Kelaparan Sudan Selatan 2026: 7.56 Juta Jiwa Terancam Paceklik

Krisis Kelaparan Sudan Selatan: 7.56 Juta Orang Terancam Paceklik 2026

Lembaga Keamanan Pangan Terpadu (IPC) memperingatkan bahwa lebih dari setengah populasi Sudan Selatan akan menghadapi krisis kelaparan parah selama musim paceklik tahun 2026. Situasi darurat pangan ini mengancam 7.56 juta jiwa dengan tingkat kerawanan pangan akut.

Anak-Anak Menjadi Korban Terparah Krisis Pangan

Dari April hingga Juli 2026, diperkirakan lebih dari 2 juta anak akan menderita gizi buruk akut. Laporan terbaru menunjukkan enam kabupaten diprediksi mencapai tingkat malnutrisi paling kritis, dengan total 2.1 juta anak balita dan 1.1 juta ibu berisiko mengalami malnutrisi akut pada Juni 2026.

Penyebab Utama Krisis Pangan di Sudan Selatan

Ketidakamanan pangan di Sudan Selatan dipicu oleh kombinasi faktor kompleks:

  • Konflik lokal dan ketidakamanan sipil yang mengakibatkan pengungsian massal
  • Banjir luas yang mengganggu mata pencaharian dan produksi pertanian
  • Sistem agri-pangan yang tidak memadai untuk memenuhi kebutuhan nasional
  • Akses kemanusiaan terhambat akibat ketidakamanan, jalan rusak, dan banjir

Data Terkini Kerawanan Pangan

Berdasarkan analisis IPC periode September-November:

  • 5.97 juta orang (42% populasi) menghadapi ketidakamanan pangan parah
  • 1.3 juta orang dalam kondisi darurat (Fase 4 IPC)
  • 28.000 orang dalam kondisi bencana (Fase 5 IPC)
  • Kabupaten Luakpiny/Nasir di Sungai Nil Atas berisiko mengalami kelaparan

Respons Pemerintah dan Badan Internasional

Meshack Malo, perwakilan FAO di Sudan Selatan, menekankan pentingnya perdamaian berkelanjutan dan revitalisasi sistem agri-pangan. Sementara Mary-Ellen McGroarty dari WFP menyoroti tren mengkhawatirkan tingkat kelaparan yang persisten meskipun ada kemajuan di daerah-daerah damai.

Pemerintah Sudan Selatan berkomitmen meningkatkan upaya bersama PBB dan mitra lainnya untuk mendukung masyarakat rentan, meski menghadapi tantangan kekurangan dana yang signifikan.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar