Secara khusus, ia menjelaskan peta kekuatan di wilayah Darfur. RSF saat ini menguasai hampir seluruh wilayah Darfur, termasuk kota El Fasher yang baru saja direbut. Sementara itu, SAF mengendalikan wilayah utara dan timur, termasuk Port Sudan dan Laut Merah dengan dukungan kekuatan asing.
Konflik Sudan Sebagai Proxy War Internasional
Ustaz Bachtiar Nasir menilai konflik Sudan telah berkembang menjadi proxy war atau perang perpanjangan tangan kepentingan asing di kawasan Tanduk Afrika dan Laut Merah. "Yang berkepentingan sudah orang luar. Ada intervensi negara-negara yang memiliki kepentingan strategis, baik ekonomi maupun ideologi. Inilah yang memperpanjang konflik," jelasnya.
Menurut analisanya, akar masalah konflik Sudan berawal dari ketidakstabilan politik, kudeta militer, serta perselisihan etnis dan ekonomi yang tidak kunjung menemukan penyelesaian.
Pelajaran untuk Indonesia dan Seruan Kemanusiaan
UBN memberikan peringatan keras yang relevan dengan kondisi Indonesia. "Semoga Indonesia bisa belajar dari kesalahan ini. Inilah bahayanya kalau syahwat hawa nafsu memegang senjata dan memimpin negara. Akibatnya, rakyat yang menjadi korban," tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Ustaz Bachtiar Nasir menyampaikan pesan moral yang mendalam bagi umat Islam. "Sayangilah yang di bumi, maka kamu akan disayangi yang di langit. Begitulah seharusnya seorang muslim, tidak hanya memikirkan dirinya sendiri," ujarnya menutup pembahasan mengenai krisis kemanusiaan Sudan ini.
Artikel Terkait
Suara Kritis di Tubuh NU: Tolak Board of Peace dan Desak PBNU Kembali ke Khittah
Sepucuk Surat Perpisahan untuk Mama Reti: Bocah 10 Tahun Gugur Demi Buku
Prabowo Siap Mundur dari Board of Peace Jika Tak Bela Palestina
MUI Tegaskan Syarat: Tak Ada Ruang bagi Israel di Board of Peace Tanpa Pengakuan Kedaulatan Palestina