Ustaz Didin Hafidhuddin Serukan Keprihatinan dan Aksi Nyata untuk Korban Konflik Sudan

- Selasa, 04 November 2025 | 05:25 WIB
Ustaz Didin Hafidhuddin Serukan Keprihatinan dan Aksi Nyata untuk Korban Konflik Sudan

Ustaz Didin Hafidhuddin Serukan Keprihatinan atas Konflik Sudan yang Telah Tewaskan Ratusan Ribu

BOGOR - Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Prof. Dr. KH. Didin Hafidhuddin, M.S., menyampaikan seruan keprihatinan mendalam atas konflik berdarah yang terus melanda dunia Islam, khususnya di Sudan. Pernyataan ini disampaikan dalam kajian tafsir di Masjid Ibn Khaldun, Bogor, Ahad (2/11/2025).

Umat Islam Wajib Peduli Tragedi Kemanusiaan di Sudan

Menanggapi situasi kritis di Sudan yang telah menelan ratusan ribu nyawa, Kiai Didin menekankan kewajiban umat Islam untuk menunjukkan kepedulian terhadap tragedi kemanusiaan ini.

"Kita harus prihatin dengan kondisi umat yang banyak meninggal dunia dengan sebab adanya konflik yang satu dengan yang lainnya," tegasnya.

Korban Sipil Dominan dalam Konflik Sudan

Ketua Umum Badan Kerja Sama Pondok Pesantren Indonesia (BKsPPI) ini mengungkapkan keprihatinan khusus terhadap nasib warga sipil yang menjadi korban. Ia menegaskan bahwa mayoritas korban adalah masyarakat tak berdosa, pola serupa yang terjadi di berbagai wilayah konflik lainnya.

"Dalam konflik ini banyak warga sipil yang menjadi korban seperti peristiwa yang terjadi di Gaza, Palestina maupun di tempat-tempat yang lain," ungkapnya.

Seruan Aksi Nyata dan Solusi Damai

Seruan ini dimaksudkan untuk mendorong umat Islam tidak hanya berdiam diri, tetapi tergerak memberikan bantuan nyata dan mendukung solusi damai. Tujuannya menghentikan penderitaan dan melindungi nyawa masyarakat sipil tak berdosa.

Fakta Konflik Sudan yang Memilukan

Sejak 15 April 2023, tentara Sudan dan pasukan paramiliter Rapid Support Forces (RSF) terlibat dalam perang saudara yang gagal diakhiri melalui mediasi regional dan internasional. Data terbaru menunjukkan konflik ini telah menewaskan 20.000 korban jiwa dan memaksa lebih dari 15 juta orang mengungsi dari rumah mereka.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar